Cara Mensucikan Harta
Cara Mensucikan Harta
Orang Terbaik di Mata Allah Ta'ala
Oleh M. Sufi
‘Dan siapakah yang lebih baik pembicaraannya daripada orang yang mengajak manusia kepada Allah dan beramal saleh serta berkata “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Al Fushshilat/ Ha mim As Sajdah 41:34)
Dari teks ayat yang saya fahami adalah, bahwa Allah ta'ala hendak memberitahukan kepada kita bahwa siapa diantara manusia yang lebih baik dari pada manusia yang mengajak kepada ketauhidan Allah ta'ala. Memang ada profesi sebagai juru da'wah atau dai, yang senantiasa menyeru khalayak ramai akan ibadah kepada Allah ta'ala. Tentu jika ayat ini hanya secara sempit kita artikan bahwa orang yang menyeru manusia kepada Allah ta'ala adalah orang yang profesinya terbaik dihadapat Allah maka tentu Allah tidak adil dalam pandangan orang-orang yang berprofesi selain juru da'wah? Maka akan timbul pertanyaan dimana letak Maha adil Allah ta'ala? dimana letak Maha Bijaksana Allah Ta'ala? Tentu siafat Allah ta'ala tidak boleh paradok dengan apa yang juga Dia telah firmankan.
Maka kita dapat juga berpandangan dalam ayat ini adalah manusia berprofesi seperti apa pun selama itu baik dimata Allah ta'ala maka kapan pun dimana pun dia sempat untuk memberikan nasehat ketika melihat saudaranya khilaf, dan atau mengingatkan tentang ibadah kepada khalayak maka sejatinya dia juga termasuk dai yang menyampaikan da'wahnya kepada saudaranya. Maka dia akan meraih dua hal, profesi yang dia jalankan dan tambahannya adalah dia menda'wahkan kebaikan bagi saudaranya yang lain dan disertai amal kebajikan. Maka itulah sebaik-baik perkataan dan sebaik-baik tauladan. Maka khalayak akan melihat kesalehannya.
Entah kenapa hati ini selalu terusik oleh Blog yang tak banyak pengunjung, merasa berdosa telah mengabaikan yang lama setia menemani hari ku. Mungkin seperti itu jugalah perjalanan kita, merindukan yang diangan-angan, dan meninggalkan yang ada, namun setelah beberapa waktu angin rindu dari masa lalu datang berlahan dan menarik-narik kesadaran akan masa lalu. Tentang kenangan yang dahsyat, atau sekedar yang sederhana. Semua itu menyiksa, sulit untuk tak dicerita.
S. A. J. A. K. C E R I T A
Hentak sorak sorai kalimat akbar Pencipta seperti menampar telinga
Hampir setiap saat teringang ditelinga
Sepinya belum menghampiri riuahnya sudah tiba lagi
Tekadku ini semua harus diakhiri
Keributannya tentu membangunkan semua mata yang terlelap
Atau mata yang ingin merebut kursi Tuhan di rumah -Nya
Tapi mata srigala itu hanya beberapa gelintir dan tak sebanding
Boleh jadi karenanya, ujian itu tiba
Tetapi masih banyak sekali mata tulus dan taat
Karunia besar Dia memberi kesempatan ku berada diantara konflik ini
Seberapa dewasa iman kita, seberapa baik tutur kita dan seberapa tulus niat kita
Rentan waktu mendokumentasi setiap gerak kami
Pencerahan ke dalam harus segera dibangun dan dikuatkan
Sebesar apa pun Bahtera itu, ketika pengikatnya rapuh
Maka tak akan sanggup menahan badai
Alhamdulillah tsumma alhamdulillah
Pelan namun pasti, diakhir semester awal kekuatan tumbuh siap melaju
Bagian yang memberatkan laju Bahtera sedikit demi sedikit menghilang
Kericuhan yang muncul mengakibatkan luka sosial
Namun bersamaan dengan itu, ide-ide cemerlang tumbuh
Bak obat, dia mengobati luka-luka itu
Ketika telah dipastikan luka itu sembuh
Taqdir hidup pun datang
Saat saya harus meninggalkan Bhaghasasi menuju Bhaghasasi yang lain
Namun unsur yang mengganggu itu akan selalu ada
Bahkan saat aku ditempat Bhaghasasi yang baru
Disadarai atau tidak, semua itu justru memajukan kita
Hingga detik ini aku masih berjibaku dengan ego dan kebodohan
Entah sampai kapan
Aku trimo lumakuning ngarsaning agawe urip
...
Selamat berkhidmat untuk Tuhan
Ngayogyakarta Hadiningrat, 27102021
Liburan sudah dekat. Tentunya ini yang membuat hati anak-anak senang dan tidak sabar bertemu liburan setelah mereka susah payah berperang melawan ujian belajar. Tak sedikit orang tua pun merasa senang karena segera akan melihat hasil belajar anak-anak mereka. Bagi yang anaknya mendapat hasil bagus pastinya perasaan bangga akan menghinggapinya.Bagi yang anaknya mendapat nilai biasa, yang pasti ekspresinya berbanding terbalik dengan orang tua yang pertama tadi.
Minggu
lalu sebuah gempa berkekuatan sangat besar meruntuhkan Jepang. Diikuti dengan
tsunami yang melenyapkan banyak kota. Hudhur bersabda tim kita berada di
lapangan menolong para korban. Dalam perjalanan yang mereka lalui mereka
berkata melewati area yang hancur dimana sebelumnya pernah ada sebuah kota
dengan penduduk 15 ribu orang. Jalanan, bangunan-bangunan besar tersapu bersih.
Hudhur bersabda ini situasi yang paling mengerikan dan kita harus
mengikuti panutan kita, Rasulullah saw di dalam berdoa semoga Allah membuat
orang-orang ini mengenal kebenaran sehingga mereka bisa diselamatkan dari
bencana-bencana lain; semoga Allah membuka hati mereka. Maka, kita harus
menyampaikankan pesan ini kepada mereka.