GOLDEN WORDS

Akar Segala Kebaikan Adalah Taqwa, Jika Akar Itu Ada Maka Semuanya Ada
Showing posts with label Al Qur'an. Show all posts
Showing posts with label Al Qur'an. Show all posts

Monday, December 6, 2021

 

                 Cara Mensucikan Harta 

Oleh Murtiyono Yusuf Ismail









Artinya: 
Dan, belanjakanlah harta pada jalan Allah swt., dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu dengan tanganmu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah swt. mencintai orang- orang yang berbuat kebaikan. Al Baqarah 2 : 196

Sobat, ada dua hal yang saya ingin sampaikan berkenaan dengan ayat di atas. Pertama, kita senantiasa mendapatkan rezeki. Namun rezeki yang kita dapatkan hakikatnya bukanlah sepenuhnya menjadi hak kita.  Di dalam harta kita ada hak bagi saudara-saudara kita yang kurang beruntung dari sisi ekonomi. atau terkadang dalam rezeki kita tidak seluruhnya itu bersih, seibarat ayam tidak semua kita dapat menikmatinya sebelum hal-hal yang perlu dibersihkan atau sucikan itu kita bersihkan. Nah di dalam harta kita juga ada bagian yang harus kita berikan haknya agar harta itu dapat kita nikmati. Islam telah mengajarkan kepada kita hanya dengan sebagian harta kita, kita gunakan untuk memberi bantuan kepada saudara kita yang sednag dalam kelemahan ekonomi dan memerlukan uluran bantuan, maka insyaalah harta yang kita peroleh akan menjadi bersih suci.  yang sudah barang tentu akan membawa dampak pada keberkahan dalam rezeki kita.

Kedua, dalam menyampaikan amanah-amanah Allah SWT, misal ketauhidan Allah ta'ala dan da'wah Islam menyampaikan kebenaran-kebenaran Islam maka sangat diperlukan sekali dukungan dari harta kita.  Demi tegaknya aqidah-aqidah yang benar tentang Tuhan maka sangat ada tanggung jawab yang harus kita tunaikan kita dalam pembiayaan da'wah tersebut. Nah inilah yang dimaksud pembelanjaan harta di jalan Allah SWT.  
Memilih lalai merupakan sikap yang jurtru akan menjerumuskan kita dalam kebinasaan.  Harta yang kita dapatkan tidak akan berkah dengan kata lain tidak akan kemana-mana bahkan akan menarik fitnah dan kemalangan.  Maka hanya dengan mensucikan harta kita dengan membantu saudara kita yang lemah dan mememnuhi kebutuhan da'wah Islam, harta akan menjadi berkah dan suci.  Semoga Allah memberikan rezeki yang berkah dan menarik kita pada keridhaan-Nya.   






Friday, December 3, 2021

 



Orang Terbaik di Mata Allah Ta'ala

Oleh M. Sufi



‘Dan siapakah yang lebih baik pembicaraannya daripada orang yang mengajak manusia kepada Allah dan beramal saleh serta berkata “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Al Fushshilat/ Ha mim As Sajdah 41:34)

Dari teks ayat yang saya fahami adalah, bahwa Allah ta'ala hendak memberitahukan kepada kita bahwa siapa diantara manusia yang lebih baik dari pada manusia yang mengajak kepada ketauhidan Allah ta'ala.  Memang ada profesi sebagai juru da'wah atau dai, yang senantiasa menyeru khalayak ramai akan ibadah kepada Allah ta'ala.  Tentu jika ayat ini hanya secara sempit kita artikan bahwa orang yang menyeru manusia kepada Allah ta'ala adalah orang yang profesinya terbaik dihadapat Allah maka tentu Allah tidak adil dalam pandangan orang-orang yang berprofesi selain juru da'wah? Maka akan timbul pertanyaan dimana letak Maha adil Allah ta'ala? dimana letak Maha Bijaksana Allah Ta'ala? Tentu siafat Allah ta'ala tidak boleh paradok dengan apa yang juga Dia telah firmankan.

Maka kita dapat juga berpandangan dalam ayat ini adalah manusia berprofesi seperti apa pun selama itu baik dimata Allah ta'ala maka kapan pun dimana pun dia sempat untuk memberikan nasehat ketika melihat saudaranya khilaf, dan atau mengingatkan tentang ibadah kepada khalayak maka sejatinya dia juga termasuk dai yang menyampaikan da'wahnya kepada saudaranya. Maka dia akan meraih dua hal, profesi yang dia jalankan dan tambahannya adalah dia menda'wahkan kebaikan bagi saudaranya yang lain dan disertai amal kebajikan. Maka itulah sebaik-baik perkataan dan sebaik-baik tauladan.  Maka khalayak akan melihat kesalehannya.

Tuesday, October 26, 2021

Bhaghasasi ke Bhaghasasi

Sebenarnya sudah lama ingin ku tuliskan sedikit sajak untuk menandai kepergian ku dari Baghasasi ke satu tempat yang syarat akan saksi sejarah tentang berdirinya Negara ini, yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat. Namun karena masih sibuk kesana kemari dan begitu ada waktu ada masalah teknis pada akunku sehingga baru kali ini aku mulai lagi tulisan di blog ini.  Tak disangka, rupanya Blog ini lebih setia dari pada dia yang meninggalkanmu tanpa basa-basi dengan sejuta alasan tak berarti.  

Entah kenapa hati ini selalu terusik oleh Blog yang tak banyak pengunjung, merasa berdosa telah mengabaikan yang lama setia menemani hari ku. Mungkin seperti itu jugalah perjalanan kita, merindukan yang diangan-angan, dan meninggalkan yang ada, namun setelah beberapa waktu angin rindu dari masa lalu datang berlahan dan menarik-narik kesadaran akan masa lalu. Tentang kenangan yang dahsyat, atau sekedar yang sederhana.  Semua itu menyiksa, sulit untuk tak dicerita.


S. A. J. A. K.   C E R I T A

Hentak sorak sorai kalimat akbar Pencipta seperti menampar telinga

Hampir setiap saat teringang ditelinga

Sepinya belum menghampiri riuahnya sudah tiba lagi

Tekadku ini semua harus diakhiri


Keributannya tentu membangunkan semua mata yang terlelap

Atau mata yang ingin merebut kursi Tuhan di rumah -Nya

Tapi mata srigala itu hanya beberapa gelintir dan tak sebanding

Boleh jadi karenanya, ujian itu tiba

Tetapi masih banyak sekali mata tulus dan taat


Karunia besar Dia memberi kesempatan ku berada diantara konflik ini

Seberapa dewasa iman kita, seberapa baik tutur kita dan seberapa tulus niat kita

Rentan waktu mendokumentasi setiap gerak kami

Pencerahan ke dalam harus segera dibangun dan dikuatkan

Sebesar apa pun Bahtera itu, ketika pengikatnya rapuh 

Maka tak akan sanggup menahan badai


Alhamdulillah tsumma alhamdulillah

Pelan namun pasti, diakhir semester awal kekuatan tumbuh siap melaju

Bagian yang memberatkan laju Bahtera sedikit demi sedikit menghilang

Kericuhan yang muncul mengakibatkan luka sosial

Namun bersamaan dengan itu, ide-ide cemerlang tumbuh 

Bak obat, dia mengobati luka-luka itu


Ketika telah dipastikan luka itu sembuh

Taqdir hidup pun datang

Saat saya harus meninggalkan Bhaghasasi menuju Bhaghasasi yang lain

Namun unsur yang mengganggu itu akan selalu ada

Bahkan saat aku ditempat Bhaghasasi yang baru

Disadarai atau tidak, semua itu justru memajukan kita

Hingga detik ini aku masih berjibaku dengan ego dan kebodohan

Entah sampai kapan

Aku trimo lumakuning ngarsaning  agawe urip

...

Selamat berkhidmat untuk Tuhan


Ngayogyakarta Hadiningrat, 27102021


Saturday, December 17, 2011

YESUS DI INDIA BAB 4 Bagian 1


Dalam BAB 4 ini akan banyak di ceritakan mengenai bukti-bukti perjalanan Yesus as dengan beberapa referensi.  Selamat mengkaji...:)

BAB 4
Pembuktian dari buku-buku sejarah Berhubung mengandung pembuktian beberapa jenis maka agar jelas urutannya, bab ini dibagi dalam beberapa bagian.

BAGIAN 1
Buku umat Islam yang menyinggung perjalanan Yesus a.s. Dalam buku sejarah berbahasa Parsi yang terkenal yaitu Rauzat-us- Safa pada halaman 130 sampai 135 diuraikan peristiwa yang singkatnya adalah sebagai berikut:
‘Yesus a.s. diberi nama “Masih” karena beliau adalah seorang petualang besar yang selalu bepergian. Beliau mengenakan selendang wool di kepalanya dan jubah wool untuk tubuhnya.  Beliau menggunakan sebuah tongkat dan mengembara dari negeri satu ke negeri lain dan dari kota satu ke kota lain.  Jika malam turun, beliau akan beristirahat di mana kebetulan beliau berhenti.  Beliau makan buah-buahan hutan, minum air yang terdapat di situ dan berjalan kaki kemana pun perginya.  Salah seorang teman seperjalanan beliau dalam salah satu perjalanan pernah membelikan seekor kuda untuk beliau. Beliau menaiki kuda itu untuk satu hari, tetapi karena sulit mendapatkan pakan untuk kuda tersebut, beliau lalu mengembalikannya.  Mengembara dari negerinya, beliau tiba di Nasibin, beratus-ratus mil dari rumahnya. Beserta beliau ikut beberapa pengikut yang biasa ditugaskannya ke kota-kota untuk berkhutbah.  Di dalam kota itu sendiri beredar kabar burung yang buruk tentang Yesus a.s. dan ibunya. Karena itu gubernur kota tersebut menangkap para murid tersebut dan memanggil Yesus. Secara ajaib Yesus menyembuhkan beberapa orang dan melakukan beberapa mukjizat lain.  Karena itu raja daerah Nasibin dengan segenap tentara dan rakyatnya beriman kepada beliau.  Legenda mengenai “hidangan yang diturunkan dari langit” sebagaimana diutarakan dalam Al-Quran (S.5 Al-Maidah:113 – 115), terjadi pada saat pengembaraan beliau tersebut.’


Perkiraan peta perjalanan Yesus a.s. ke India


Pengarang dari buku Rauzat-us-Safa sayangnya juga mencantumkan berbagai mukjizat Yesus yang sebenarnya absurd dan tidak masuk akal, hal mana tidak akan aku sertakan di sini agar apa yang aku sampaikan ini bebas dari kebohongan dan melebih-lebihkan.  Yang penting adalah Yesus a.s. dalam perjalanan beliau telah sampai ke Nasibain (Nisibis Nasibina dalam tulisan Assyria, nama modernnya Nezib atau Nusaybin adalah kota dan benteng tua di utara Mesopotamia, dekat dengan Mydonia (nama kini Jaghjagha), dihuni sekitar 4000 orang, sebagian besar Yahudi (E ncyclopaedia Britannica, ed. 11)), yang terletak di antara Mosul dan Syria. Jika kita berjalan dari Syria ke Persia, kita akan melewati Nasibain yang terletak 450 mil (hampir 700 kilometer) dari Yerusalem. Kota Mosul terletak 48 mil (60 kilometer) dari Nasibain dan 500 mil (750 kilometer) dari Yerusalem.  Perbatasan Persia hanya berjarak 100 mil dari Mosul, berarti Nasibain terletak 150 mil dari perbatasan tersebut. Perbatasan timur Persia menyentuh kota Herat di Afghanistan yang merupakan kota terletak paling barat di negeri itu. Jarak dari Herat ke perbatasan timur Afghanistan sekitar 900 mil.  Dari Herat ke Khyber Pass (Celah di kaki pegunungan Hindu Kush yang m erupakan pintu masuk ke negeri India, sekarang ini jalan yang menghubungkan kota Kabul dengan Peshawar), jaraknya sekitar 500 mil.

Peta di atas menunjukkan route yang diambil Yesus a.s. dalam perjalanan beliau ke Kashmir. Tujuan perjalanan itu adalah mencari umat Israel yang pada masa raja Shalmaneser dari Assyria telah ditangkap dan dibawa sebagai tawanan ke negeri Media.  Perlu diketahui bahwa dalam peta yang dibuat oleh umat Kristiani, Media terletak di selatan laut Khizar (laut Azov) (Terletak di tepian Ukrainia dan Rusia dengan nama Azovskoye More),  yang sekarang ini termasuk Persia (Iran) sehingga dapat disimpulkan bahwa Media pernah merupakan bagian dari Persia dan bagian timur Persia berbatasan langsung dengan Afganistan. Jika penuturan Rauzat-us-Safa itu benar maka perjalanan Yesus a.s. ke Nasibain itu adalah untuk memasuki Afghanistan melalui Persia guna mengajak kembali ke agama Musa suku bangsa Yahudi yang hilang yang saat itu dikenal sebagai bangsa Afghan. Kata ‘Afghan’ sendiri berasal dari bahasa Iberani yang merupakan derivasi dari arti kata ‘pemberani.’ Rupanya karena pernah jaya dalam kemenangan mereka menggunakan nama itu. (Dalam kitab Taurat ada sebuah janji Tuhan kepada orang Yahudi y a itu jika mereka beriman kepada rasul yang ‘terakhir ’ maka mereka akan dianugrahi kerajaan dan pemerintahan sendiri setelah melalui berbagai penderitaan. Janji itu telah dipenuhi o leh sepuluh suku bangsa Israel yang kemudian menganut Islam. Sebab itulah banyak dijumpai raja-raja agung di antara bangsa Afghan dan Kashmiri. D alam buku sejarah Yunani d i bagian 14 bab ‘Creed of Eusebius’ yang diterjemahkan oleh Heinmer, orang London, pada tahun 1650 yang menuturkan tentang raja Abgerus (penterjemah = namanya dalam sejarah adalah Abgar V Ukkama dari Osroene, Edessa) yang mengundang Y esus agar datang ke negerinya. Rupanya raja itu mendengar kekejaman umat Yahudi kepada Yesus dan menawarkan istananya sebagai tempat p elarian. R aja itu rupanya meyakini beliau sebagai nabi yang benar).  

Jadi Yesus a.s. sampai di daerah Punjab melalui Afghanistan, dengan tujuan akhirnya Kashmir.  Untuk diketahui, daerah Chitral dan sebagian dari Punjab memisahkan Kashmir dari Afghanistan.   Jarak yang dditempuh jika kita berjalan dari Afghanistan ke Kashmir melalui Punjab adalah 80 mil atau 135 kilometer. Yesus a.s. sengaja melalui negeri Afghanistan agar suku bangsa Israel yang hilang yang dikenal sebagai bangsa Afghan mendapat berkah dari kedatangan beliau.  Bagian timur Kashmir berbatasan dengan Tibet sehingga memudahkan Yesus memasuki Tibet dari Kashmir.  Setelah sampai di Punjab, beliau tidak mengalami kesulitan untuk berkelana ke berbagai tempat suci umat Hindu sebelum meneruskan perjalanan ke Kashmir atau Tibet.  Karena itu kemungkinan ada benarnya apa yang dikemukakan naskah-naskah historikal kuno negeri ini bahwa Yesus pernah ke Nepal, Benares dan tempat-tempat lainnya.  Kemungkinan beliau masuk Kashmir melalui Jammu atau Rawalpindi. 

Karena beliau berasal dari daerah berhawa dingin, kemungkinan beliau tinggal di daerah-daerah itu hanya selama musim dingin saja dan menjelang akhir Maret atau awal April lalu memulai perjalanan ke Kashmir.  Mengingat negeri Kashmir mirip dengan negeri Sham (Syria dan daerah sekitarnya), beliau lalu menetap di negeri ini.  Sebelumnya beliau kemungkinan tinggal untuk beberapa waktu di Afghanistan dan bukannya tidak mungkin beliau menikah di negeri ini.  Salah satu suku bangsa di Afghanistan bernama ‘Isa Khel,’ kemungkinan mereka ini keturunan dari Yesus a.s. Hanya sayang sekali jika sejarah Afghanistan tidak tertata rapi sehingga sulit memastikan segala sesuatu dari tawarikh suatu suku bangsa saja. Namun bisa dipastikan jika bangsa Afghan adalah suku bangsa Israel, sama seperti bangsa Kashmir.  Bangsa Afghan mengaku sebagai keturunan dari Qais, sedangkan Qais ini bangsa Israel. Aku tidak akan berpanjang kata mengenai hal ini karena sudah pernah aku bahas dalam salah satu bukuku.  Di sini aku hanya akan menyampaikan kisah perjalanan Yesus melalui Nasibain, Afghanistan, Punjab terus ke Kashmir dan Tibet.  Beliau dijuluki sebagai ‘nabi pengembara,’ bahkan ‘penghulu para pengelana’ karena jauhnya pengembaraan beliau.  Salah seorang cendekiawan Muslim terkenal bernama Ibn-al-Walid Al-Fahri Al- Tartushi Al-Maliki menyatakan dalam bukunya Siraj-ul-Muluk (diterbitkan oleh Matba Khairiyya, Mesir, 1306 H) di halaman 6 tentang Yesus a.s.: ‘Di manakah Isa, sang Ruhullah dan Kalimatullah, imam orang-orang saleh dan penghulu para pengelana?’ yang dimaksudkan bahwa beliau itu sudah wafat, dimana seorang besar seperti beliau itu pun sudah meninggalkan dunia ini.  Perlu kiranya diperhatikan bahwa cendekiawan ini tidak hanya menyebut Yesus sebagai ‘pengelana’ malah juga sebagai ‘penghulu para pengelana.’ 

Begitu juga dalam buku Lisan-ul-Arab dinyatakan bahwa Yesus diberi nama Messiah karena beliau selalu mengembara dan tidak berdiam di satu tempat. Hal yang sama dikemukakan dalam Tajul-Urus Sharah Qamus.  Disini dikatakan bahwa Messiah adalah wujud yang diberkati dengan kebaikan dan rahmat, dengan pengertian beliau memiliki nilainilai yang demikian luhur bahkan sentuhannya pun membawa berkat.  Panggilan itu diberikan kepada nabi Isa a.s. karena Tuhan berkuasa memberikan nama itu kepada siapa pun yang disukai-Nya.  Terbalik dari pengertian ini, ada sejenis Messiah lain yang sentuhannya beracun dan terkutuk karena wujudnya terdiri dari komponen dosa dan laknat sehingga apa yang disentuhnya membawa kepada kegelapan dosa dan kelaknatan. Nama Messiah ini adalah Dajjal, dan begitu juga para pengikutnya. 

Kedua nama yang diberikan yaitu Messiah sang Pengelana dan Messiah yang Diberkati tidaklah bertentangan satu sama lain. Yang satu tidak menafikan yang lain, karena sudah menjadi kebiasaan Allah s.w.t. memberi seseorang beberapa nama yang sepadan dengannya.  Yang jelas tawarikh menurut Islam telah membuktikan Yesus sebagai seorang pengelana sehingga jika semua rujukan harus disalin dari buku-buku sejarah yang ada maka risalah ini akan menjadi sangat tebal. Apa yang telah aku kemukakan di atas kiranya memadai.

Monday, December 5, 2011

ANAK-ANAK DAN WARNET


13230962951461687212Liburan sudah dekat. Tentunya ini yang membuat hati anak-anak senang dan tidak sabar bertemu liburan setelah mereka susah payah berperang melawan ujian belajar. Tak sedikit orang tua pun merasa senang karena segera akan melihat hasil belajar anak-anak mereka. Bagi yang anaknya mendapat hasil bagus pastinya perasaan bangga akan menghinggapinya.Bagi yang anaknya mendapat nilai biasa, yang pasti ekspresinya berbanding terbalik dengan orang tua yang pertama tadi.
Namun dalam kesempatan ini, penulis tidak akan membahas senang atau tidak senang anak-anak menunggu liburan atau orang tua menunggu hasil belajar anak-anak mereka, tetapi penulis ingin bercerita soal pengalaman penulis melihat dinamika anak-anak jaman sekarang dalam berinteraksi dengan dunia maya/internet.
Setidaknya ada tiga hal yang selalu membuat penulis gelisah:

Yang pertama, Ketika liburan tahun lalu penulis melihat anak-anak sekitar pukul 09.00 - 12.00 mereka banyak menghabiskan waktu ke warnet. Setelah itu sore harinya pukul 16.00 – 17.30 kembali ke warnet lagi. Terkadang kalau yang agak kecanduan pukul 20.00-21.30 mereka pergi lagi ke warnet. Penulis berfikir, Kalau mereka pergi ke warnet dengan rata-rata bermain selama 2 jam, dengan harga Rp 2.500;/jam saja berarti untuk waktu 2 jam mereka harus merogoh kocek Rp 5.000;. Maka dengan intensitas 2 x selama sehari maka rata-rata Rp 10.000/hari anak-anak menghabiskan uang. Nah pertanyaan, jikalau orang tua dalam sehari tidak memberikan uang saku di luar hari aktif sekolah, atau katakanlah dia memberi uang saku tidak lebih dari Rp 5.000; maka orang tua harus mencari tau dari mana mereka mendapatkan uang tambahan? Bisa jadi mereka bongkar celengan, atau belajar menjual barang, atau mungkin membongkar dompet anda?

Kedua, Warnet sebagai fasilitas publik, tentunya banyak lapisan masyarakat yang menggunakannya.Setahu penulis tak ada batasan umur untuk dapat merental warnet. Penulis juga tidak pernah melihat ada warnet yang menerapkan aturan hanya yang berumur 17 ke atas saja yang dapat menggunakan internet. Artinya semua segmen dan semua umur masyarakat dapat menggunakan internet di warnet.Penulis suka melihat bagaimana antusias anak-anak bermain game online, ironinya mereka banyak mencontoh pengunjung yang lebih dewasa menyalah gunakan game online untuk berjudi misalkan. Ini tentunya pelajaran secara direcly kepada anak atau adik anda untuk mengikutinya. Belum lagi jika mereka ketika kalah bermain, sambil teriak mengumpat bahkan memaki, karena mengalami kekalahan disaat kalah dalam ber-game maka, kata-kata makian itu pun akan terekam oleh anak atau adik anda.Hal seperti ini barang kali tidak jadi masalah jika anda terbiasa mendidik dengan bentakan (nada tinggi) dan makian, tetapi bagi yang tidak biasa tentunya ini menjadi masalah tersendiri.

Ketiga, Ada sebagian warnet yang melarang pengunjungnya merokok karena ruangan ber AC, tapi bagaimana jika ruangan tidak ber-AC. Penulis memiliki pengalaman sendiri, walau pun ruangan ber-AC tetap saja merokok jalan terus. Ironinya ada yang memberikan tulisan larangan, tetapi operatornya juga merokok. Walhasil setelah satu jam menggunakan internet, badan mulai meriang, dan baju bau asap rokok. Akhirnya karena banyak sekali gangguan di warnet penulis memutuskan untuk pasang internet di rumah. Sekarang penulis bisa bernafas lega, disamping kapan saja kita dapat akses internet yang terpenting penulis tak perlu pening dengan asap rokok. Namun, masih ada yang tersisa, bagaimana nasib anak-anak yang bermain di warnet? Mereka dalam sehari setidaknya 2 jam menjadi perokok pasif dan ini memberikan resiko tiga kali di banding si perokok.

Setidaknya inilah yang coba di ungkap oleh Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya. 


Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. “Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan.”  Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.  Lebih lanjut dapat mengunjungi link berikut:http://kosmo.vivanews.com/news/read/69076-bahaya_perokok_pasif_3_kali_perokok_aktif
Tidak bijak tentunya mengabaikan pendidikan anak-anak sebagai amanah Tuhan. Bantu mereka dalam melewati kehidupan dan ujian hidup. Barangkali dulu masih sedikit sarana hiburan, dibanding sekarang kemajuan jaman menyediakan seluas-luasnya hiburan. Di satu sisi menjadi nilai tambah peradaban, di sisi lain menjadi ujian sendiri bagi generasi terkini.  Melarang mereka bermain itu suatu hal yang tidak mungkin.  Dampingilah dan tak kenal henti memberikan pengertian kepada mereka cara menggunakan Tekhnologi yang benar dan bijak.

Sumber:http://sosbud.kompasiana.com/2011/12/05/anak-anak-dan-warnet/

Saturday, November 26, 2011

YESUS DI INDIA (3)


Penyaliban Adalah Cara Menghinakan Seseorang Dalam Hukum Torat
Perlu kiranya disadari bahwa tuduhan yang menyatakan Yesus a.s. sebagai ‘terkutuk’ itu bertentangan dengan kenabian dan kerasulan beliau, serta juga melecehkan pengakuan beliau atas keunggulan spiritual, kesucian, kecintaan dan kedekatan dengan Tuhan sebagaimana berulangkali beliau kemukakan dalam Injil. Cobalah lihat Injil, di dalamnya Yesus jelas menyatakan dirinya sebagai Terang Dunia, bahwa beliau adalah Sang Gembala dan bahwa beliau dekat dengan kecintaan Tuhan, bahwa beliau dikaruniai dengan kelahiran suci dan bahwa ia adalah Putra Tuhan yang terkasih. Lalu dengan segala kemurnian dan kesucian hubungan beliau dengan Tuhan-nya, bagaimana mungkin melekatkan atribut kutukan kepada Yesus? Tidak, tak akan pernah.

Karena itu tidak bisa diragukan bahwa Yesus tidak disalibkan dengan pengertian tidak wafat di kayu salib, karena kepribadian beliau tidak patut memikul konsekwensi yang tersirat dari kematian di atas salib. Karena tidak wafat di kayu salib maka beliau terbebas dari implikasi kotor suatu kutukan, serta membuktikan bahwa beliau tidak terangkat ke langit. Kepergian beliau ke langit merupakan bagian dari keseluruhan skema yang merupakan konsekwensi dari konsep pemikiran bahwa beliau wafat di kayu salib.

Dengan demikian, jika bisa dibuktikan bahwa beliau tidak terkutuk, tidak turun ke neraka selama tiga hari dan tidak juga wafat di kayu salib, maka bagian lain dari skema itu yaitu keterangkatan beliau ke langit jadinya dapat dibuktikan sebagai salah. Mengenai hal ini Injil memberikan bukti lain seperti dikemukakan di bawah. Ada pernyataan Yesus yang mengatakan:
Akan tetapi sesudah aku bangkit, aku akan mendahului kamu ke Galilea’ (Matius 26:32).
Ayat ini jelas menyatakan bahwa Yesus setelah keluar dari makam langsung pergi ke Galilea dan bukan ke langit. Perkataan Yesus bahwa ‘sesudah aku bangkit’ tidak berarti beliau dibangkitkan hidup setelah sebelumnya mati (sebagaimana perkiraan umat Yahudi dan orang awam lainnya beliau dianggap telah mati di kayu salib). Beliau menggunakan kata-kata yang konsisten dengan perkiraan mereka di masa depan, karena manusia yang digantung di kayu salib dengan paku-paku yang dipantekkan ke tangan dan kakinya sehingga pingsan karena rasa sakit yang luar biasa, terlihat sebagai orang yang sudah mati. Manusia yang selamat dari bencana sedemikian dahsyat dan pulih kembali semua inderanya, tidaklah berlebihan mengatakan dirinya telah hidup kembali.  Tidak perlu diragukan bahwa setelah mengalami penderitaan seperti itu maka kelepasan Yesus dari kematian patut disebut sebagai mukjizat. Tetapi menganggap beliau waktu itu sudah wafat adalah suatu kesalahan. Memang benar dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa Yesus telah wafat, tetapi ini sebenarnya adalah kesalahan dari pihak para penulis Injil, sebagaimana mereka juga telah melakukan kesalahan pencatatan tentang beberapa kejadian historikal lainnya.  Para penafsir yang telah melakukan riset tentang Injil mengakui bahwa kitab itu terdiri dari dua bagian yaitu (1) tuntunan ruhani yang diterima para murid dari Yesus a.s. yang merupakan esensi ajaran Injil, (2) kejadian-kejadian historikal seperti garis keturunan Yesus, penangkapan beliau, siksaan yang dialami dan lain-lain. Semuanya ini berdasarkan catatan para penulis Injil menurut konsep pemikiran mereka sendiri dan bukan merupakan wahyu. Di beberapa tempat terdapat narasi yang melebih-lebihkan seperti pernyataan bahwa jika semua yang diperbuat Yesus dituliskan satu per satu maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu (Yohanes 21:25). Alangkah berlebihannya pernyataan seperti itu!

Terlepas daripada ini, tidaklah bertentangan dengan kebiasaan ucapan umum untuk menyatakan bencana yang dialami Yesus sebagai kematian. Jika seseorang telah melewati percobaan hidup dan mati dan kemudian selamat, adalah suatu ungkapan umum dari semua manusia untuk mengatakan ‘ia telah memperoleh hidup baru atau ia hidup kembali dari kematian.’ Ungkapan seperti itu bisa ditemui pada semua bangsa di dunia.

Selain itu kita perlu perlu merujuk juga pada Injil Barnabas yang mungkin hanya bisa ditemui di British Museum (di London), dimana dinyatakan bahwa Yesus tidak disalibkan, maksudnya tidak wafat di kayu salib. Meskipun kitab ini resminya tidak termasuk dalam kelompok Injil dan telah ditolak oleh umat Kristiani, namun tidak bias dibantah bahwa kitab itu merupakan naskah kuno berasal dari periode saat Injil lainnya dituliskan. Kita rasanya patut memperlakukan dan menganggap kitab itu sebagai buku sejarah masa dahulu.  Dari sini sekurang-kurangnya kita bisa menyimpulkan bahwa tidak semuanya sependapat kalau Yesus a.s. itu wafat di kayu salib. Lagi pula dalam keempat Injil itu pun ada beberapa metafora yang mentamsilkan kematian dengan mengatakan seseorang tidak mati melainkan hanya tidur saja. Jadi masuk akal juga jika dikatakan keadaan pingsan pun dinyatakan sebagai kematian.

Yesus as Mengalami Apa Yang Nabi Yunus as Juga Alami
Aku telah mengemukakan di atas bahwa seorang nabi tidak mungkin berdusta. Yesus a.s. membandingkan keberadaannya selama tiga hari di dalam makam sebagai tiga hari nabi Yunus a.s. berada dalam perut ikan paus. Hal ini menunjukkan bahwa sebagaimana nabi Yunus a.s. tetap hidup selama di dalam perut ikan, begitu juga Yesus a.s. tetap hidup selama tiga hari di dalam makam. Makam umat Yahudi pada masa itu tidak seperti makam sekarang, karena berbentuk ruanganyang mempunyai pintu di satu sisi yang hanya ditutup dengan selembar batu pipih yang besar. Aku akan menjelaskan nanti bahwa makam Yesus yang ditemukan di Srinagar, Kashmir, juga berbentuk sama dengan makam ketika Yesus dimasukkan dalam keadaan pingsan.

Singkat kata, ayat yang telah aku kemukakan di atas menunjukkan bahwa Yesus setelah keluar dari makam lalu berangkat ke Galilea. Injil Markus mengatakan bahwa setelah keluar dari makam, beliau terlihat di jalan menuju Galilea sampai akhirnya bertemu dengan sebelas murid ketika mereka sedang makan. Beliau menunjukkan tangan dan kaki beliau yang luka karena mereka mengira beliau adalah hantu. Beliau mengatakan:
Lihatlah tanganku dan kakiku; aku sendirilah ini; rabalah aku dan lihatlah karena hantu tidak ada daging dan tulangnya seperti yang kamu lihat ada padaku.( Lukas 24:39)  Lalu mereka memberikan kepadanya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.( Lukas 24:42, 43)


Ayat-ayat itu jelas menyatakan bahwa Yesus tidak pernah naik ke langit karena setelah keluar dari makam beliau pergi ke Galilea sebagaimana seorang manusia biasa, berpakaian biasa dan dengan tubuh manusia. Kalau beliau memang dibangkitkan setelah kematian, bagaimana mungkin jasad halus masih membawa bekas-bekas luka di kayu salib? Kalau berbadan halus, mengapa beliau harus makan? Dan kalau waktu itu beliau membutuhkan makanan, mestinya sekarang juga masih perlu makan (jika beliau masih hidup di langit).  Pembaca jangan sampai salah tangkap, kayu salib umat Yahudi tidak sama dengan jerat tali gantungan zaman kini yang kurang memungkinkan seseorang lolos dari kematian, karena salib pada masa itu tidak disertai tali untuk menggantung leher pesakitan, dan tubuh pesakitan juga tidak akan tergantung penuh di salib itu. Pesakitan dinaikkan ke kayu salib lalu tangan dan kaki mereka dipakukan ke kayu tersebut, sehingga jika aparat penghukum kemudian berubah pikiran dan memaafkannya, mereka masih bisa menurunkan kembali pesakitan tadi masih dalam keadaan hidup setelah tergantung satu atau dua hari. Jika misalnya memang diputuskan pesakitan itu harus disalib maka biasanya ditinggalkan di kayu itu sekurangnya selama
tiga hari, selama itu yang bersangkutan tidak diberi makan atau pun minum dan dibiarkan terjemur di bawah terik matahari. Pada akhirnya tulang-tulang pesakitan itu dipatahkan atau diremukkan sehingga ia mati karena renjatan (shock). Namun rahmat Allah s.w.t. telah menyelamatkan Yesus dari aniaya demikian yang bisa mencabut nyawa beliau.

Friday, November 25, 2011

YESUS DI INDIA


PRAKATA
Yesus di India merupakan terjemahan dari Masih Hindustan Mein
dalam bahasa Urdu yang ditulis oleh pendiri Jemaat Ahmadiyah yaitu
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (1835 - 1908).
Pokok bahasan yang dikemukakan dalam buku tersebut adalah
kelepasan Yesus dari kematian yang terkutuk di atas kayu salib serta
perjalanan beliau setelah itu ke India dalam rangka mencari sukusuku
bangsa Israel yang hilang agar dapat dikumpulkannya dalam
satu kandang sebagaimana dikemukakan dalam Perjanjian Baru.
Untuk memperjelas tema yang dikemukakan, banyak bukti-bukti
yang diajukan yang bersumber dari kitab-kitab suci Kristiani mau pun
Muslim, buku-buku medikal/ketabiban kuno, termasuk juga naskah
kuno agama Buddha.
Memulai perjalanannya dari Yerusalem melewati Nisibis dan Iran,
Yesus kemudian sampai di Afghanistan dimana beliau bertemu dengan
umat Yahudi yang bermukim di negeri itu setelah kebebasan mereka
sebagai tawanan raja Nebukadnezar. Dari Afghanistan, Yesus
kemudian ke Kashmir dimana juga bermukim beberapa suku bangsa
Israel. Beliau sendiri kemudian bermukim di negeri ini sehingga
wafatnya. Makam beliau telah ditemukan di jalan Khan Yar di kota
Srinagar.
Di bagian yang membahas bukti-bukti yang diambil dari naskahnaskah
Buddha, Hazrat Ahmad a.s. sudah berhasil menjawab
pertanyaan yang sudah sekian lama membingungkan banyak penulis
Barat. Para penulis itu bingung melihat banyaknya persamaan ajaran
di dalam agama Kristen dengan agama Buddha, serta dalam catatan
riwayat hidup Yesus dan Buddha sebagaimana dikemukakan dalam
kitab suci mereka masing-masing.
Beberapa orang dari penulis itu berpandangan bahwa agama Buddha
dengan satu dan lain cara telah mencapai Palestina dan oleh Yesus
diasimilasikan ke dalam ajaran-ajaran beliau sendiri. Jelas mengenai
hal ini tidak ada bukti historikal sama sekali yang mendukung teori
mereka itu. Seorang kelana/petualang Rusia bernama Nicolas
Notovitch pernah tinggal cukup lama bersama beberapa pendeta Lama
di Tibet dan menterjemahkan beberapa naskah mereka untuknya. Dia
menyimpulkan bahwa Yesus pernah ke Tibet sebelum penyaliban dan
kembali ke Palestina setelah menyerap ajaran-ajaran agama Buddha.
Ini adalah pernyataan yang tidak didukung bukti historis yang dapat
diandalkan. Hazrat Ahmad a.s. menyangkal pandangan tersebut dan
menyatakan Yesus datang ke India setelah penyaliban dan bukan
sebelumnya, dan bukan Yesus yang meminjam ajaran-ajaran Buddha,
justru para penganut Buddha itulah yang telah mereproduksi
kandungan Injil ke dalam kitab-kitab mereka sendiri.

Menurut Hazrat Ahmad a.s., ternyata Yesus juga berkunjung ke Tibet
dalam kelananya di India dalam rangka mencari suku-suku bangsa
Israel yang hilang. Beliau menyampaikan ajaran-ajarannya kepada
para pendeta Buddha, antara lain karena mengetahui sebagian dari
mereka adalah umat Yahudi yang telah beralih agama. Para penganut
agama Buddha tersebut sangat terkesan dengan ajaran-ajaran beliau
dan menganggap beliau sebagai manifestasi Buddha dan Sang Guru
yang Dijanjikan. Dengan keyakinan kepada beliau sebagai Guru,
mereka kemudian mencampurkan ajaran-ajaran Yesus ke dalam
naskah kitab-kitab mereka sendiri dan menyatakannya sebagai ajaran
Buddha. Cukup banyak bukti yang mendukung pandangan ini dalam
naskah-naskah kuno agama Buddha.
Masih Hindustan Mein ditulis dalam tahun 1899 dan buku itu menjadi
tanda berakhirnya era dimana selama berabad-abad umat Kristiani
mau pun Muslim meyakini kenaikan Yesus ke langit. Karena buku ini
merupakan buku pertama yang mengupas subyek itu secara rasional,
maka buku tersebut menghasilkan dampak yang luar biasa.
Agumentasi-argumentasi buku itu disiarkan luas dan dalam setengah
abad yang lalu ini telah mencapai keberhasilan besar dalam
menanggalkan sifat ketuhanan Yesus yang salah dan menyampaikan
beliau sebagaimana adanya, yaitu seorang nabi Tuhan.

Di kalangan umat Islam, pengaruhnya begitu besar sehingga Rektor
Universitas Al-Azhar di Mesir mengeluarkan Fatwa yang menyatakan
bahwa berdasarkan Al-Quran, nabi Isa a.s. telah wafat secara wajar.
Adapun pengaruhnya pada umat Kristiani juga amat terasa.
Sebagaimana dikemukakan dalam Kata Pengantar dan juga di bagian
akhir buku, Hazrat Ahmad a.s. semula bermaksud menulis bagian
keduanya berisi evaluasi komparatif ajaran Islam dan Kristen dengan
bukti-bukti kuat yang menjelaskan kebenaran Islam serta pengakuan
beliau sebagai Al-Masih Yang Dijanjikan (Masih Maud), disamping
beberapa bukti tambahan mengenai perjalanan Yesus di India.
Meskipun tidak ada buku lain yang diberi judul sama, tetapi
sebenarnya Hazrat Ahmad a.s. telah membahas semua permasalahan
ini dalam buku-buku lain, khususnya berkaitan dengan kebenaran
Islam, pengakuan beliau sendiri sebagai Masih Maud dan mengenai
hal wafatnya Yesus.
Terjemahan ke bahasa Inggris dilakukan oleh Qazi Abdul Hamid,
mantan editor mingguan The Sunrise, Lahore, dimana karangan ini
diterbitkan secara serial dalam tahun 1938 - 1939. Pertama kali
diterbitkan dalam bentuk buku pada tahun 1944 oleh Nashr-o-Ishaat,
Sadr Anjuman Ahmadiyya, Qadian.
Disamping mereka yang telah membantu dalam produksi buku ini,
terima kasih kami kepada Mr. Maulud Ahmad Khan, mantan Imam
Mesjid London yang telah bersusahpayah mengumpulkan kutipankutipan
dari buku-buku aslinya yang relevan dengan rujukan yang
dikemukakan Hazrat Ahmad a.s. dalam mendukung thesis beliau.
Kutipan-kutipan itu disertakan dalam buku ini dalam bentuk
Apendiks.
Vakil-ut-Tabshir, Tahrik Jadid,
Rabwah, Pakistan
Mei 1962

Wednesday, March 30, 2011

Bencana-Bencana Alam dan Hukuman Illahi

Di sampaikan dalam kesempatan Khutbah Jumat 25 Maret 2011 di Masjid Mubarak Medan


Di dalam Al-Qur'an Karim Allah Ta'ala berfirman:
  
57. Sesungguhnya, orang-orang [a] yang karena takut kepada Tuhan mereka, mereka gemetar.
58. Dan orang-orang yang kepada Tanda-tanda dari Tuhan mereka, mereka beriman.

59. Dan orang-orang yang kepada Tuhan mereka, mereka tidak mempersekutukan.
60. Dan orang-orang yang memberikan apa yang mereka berikan, sedang [b] hati mereka penuh ketakutan bahwa
      mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. (Al Mu'minun 23: 57-60)

  
15. Barangsiapa telah menerima petunjuk, maka sesungguhnya petunjuk itu untuk dirinya, dan barangsiapa sesat,
      maka kesesatan itu hanya atas dirinya. Dan [b] tiada pemikul beban akan memikul beban orang lain.
      Dan [c] Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengirimkan seorang rasul.
16.Dan [d] apabila Kami hendak membinasakan suatu kota, Kami memerintahkan berbuat baik kepada
     warganya yang hidup mewah, tetapi mereka durhaka di dalamnya;maka sempurnalah atasnya keputusan Kami,
     maka Kami menghancurkannya. (Al-Israa 17:16-17)


Kapan pun bencana-bencana alam terjadi di dunia, mereka yang takut kepada Tuhan khawatir jangan-jangan beberapa bencana masa depan menempatkan mereka di dalam kesulitan. Bahwa tindakan-tindakan mereka menjadi sumber kegusaran Allah. Hanya orang-orang yang beriman yang memiliki pandangan rohani dan yakin Allah tidak memerlukan bantuan siapa pun dan karenanya dengan rasa takut kepada-Nya di dalam hati mereka, mereka berusaha dan meluruskan jalan menuju keridhaan-Nya. 
Allah berfirman di dalam Al Quran suci: “Sesungguhnya, orang-orang yang karena takut kepada Tuhan mereka, mereka gemetar. Dan orang-orang yang kepada Tanda-tanda dari Tuhan mereka, mereka beriman.”(23:58-59). Surah ini membahas tentang situasi orang-orang saat ini yang menyekutukan dan melupakan Allah di saat-saat damai. Mereka kembali kepada Allah dengan kesungguhan yang lebih besar saat mereka menghadapi kesulitan-kesulitan atau menyaksikan perubahan-perubahan iklim.

Adalah Rosululloh saw tampil menjadi contoh sempurna untuk diikuti di zaman ini. Yang Mulia ‘Aishah  rah meriwayatkan: 
”Kapan pun bila ada angin kencang, Rosululloh saw biasa berdoa: “Ya Allah! Engkau lebih tahu kebaikan apa yang ada di dalamnya dan kebaikan yang dikandungnya dan kebaikan yang karenanya itu dikirim. Aku mohon perlindungan-Mu dari kejahatannya, Kejahatan yang ada di dalamnya dan dari kejahatan yang daripadanya itu dikirimkan; dan saat ada petir dan kilat di langit dan warnanya berubah, beliau berjalan keluar masuk, bergerak mundur dan maju; dan saat hujan turun, beliau saw merasa lega dan saya melihat tanda kelegaan di wajah beliau. ”Hadhrat 'A'ishah ra bertanya kepada beliau saw dan beliau bersabda: Mungkin awan-awan ini juga  yang menggelapkan  kaum Ad. Saat mereka melihat kumpulan awan datang ke lembah mereka mereka berkata: “Ini awan yang akan memberikan hujan bagi kita.” Namun awan itu membawa mereka menuju bencana.

Demikian sikap manusia paling paripurna yang mendapatkan nubuatan/kabar-kabar tak terhitung dari Allah. Beliau mengetahui musibah akan menimpa kehidupannya, namun orang-orang lain bisa terlindungi karena beliau. Beliau juga memiliki pengetahuan  bahwa angin dan badai bertiup untuk keuntungan beliau, karena itu terjadi pada perang badar dan perang parit saat angin-angin badai menghancurkan musuh. Namun beliau merasakan prihatin tentang nasib para lawan. Kekhawatiran beliau dibuktikan dengan kasih sayangnya yang besar sekali, karena beliau adalah ”Rahmatan lil alamin”. Keprihatinan beliau berdasarkan pada keyakinan bahwa Allah tidak memerlukan siapa pun atau apapun yang beliau takutkan karena keangkuhan dari manusia dan ketidak mengertian mereka akan kekuatan-Nya yang akan menghancurkan seluruh bangsa. 

Hudhur menjelaskan bahwa Surah Hud membuat Rasulullah saw terlihat semakin tua.  Surah Hud berhubungan dengan  kehancuran bangsa-bangsa. Tak ada seorang pun memahami firman-firman Allah lebih dari pemahaman Rasulullah saw, karena beliau selalu prihatin merupakan tanggung jawabnya menggiring umat manusia berjalan di jalan yang benar, sebagaimana firman Allah: ”Maka tetaplah engkau pada jalan yang lurus sebagaimana yang diperintahkan kepada engkau; dan juga kepada orang yang telah bertaubat beserta engkau, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (11:113).. 

Karenanya, Rasulullah saw menginginkan para pengikutnya bertaubat dengan tulus. Kekhawatiran beliau melebihi awan-awan dan angin-angin badai dikarenakan kegelisahan beliau, jangan-jangan tindakan buruk pengikut beliau mengundang bencana.

Hudhur menjelaskan di sini para pengikut Rosululloh saw diperintahkan setelah mereka bertaubat mereka harus mengikuti contoh Rosululloh saw. Karenanya kepada mereka harus diingatkan bahwa Allah tidak membutuhkan siapa pun dan malah mereka  menjadi seperti orang-orang yang mengingat Allah hanya di dalam kesulitan dan kembali lagi berbuat perbuatan buruk saat kesulitan berlalu. Hudhur bersabda penyesalan pengikut yang benar harus nyata dan dan istiqamah.  Alqur'an Karim menyatakan: “Dan, apabila gelombang-gelombang menelan mereka laksana sekian banyak naungan, mereka berseru kepada Allah dengan penuh keikhlasan iman; tetapi apabila Dia telah menyelamatkan mereka ke daratan, kemudian sebagian dari mereka tetap menempuh jalan lurus. Dan tiada yang menolak Tanda-tanda Kami melainkan setiap orang yang khianat lagi tidak bersyukur. (31:33).

Hudhur mengambarkan bahwa seorang pengikut sejati akan terus menyebut Allah setelah musibah berlalu sementara yang tak tahu berterima kasih akan terlingkupi di dalam jalan-jalan buruk. Contoh mulia Rasulullah saw menunjukkan, para pengikut sejati tidak akan khawatir kepada Allah pada saat berada dalam masalah, bahkan saat penderitaan menimpa yang lain maka rasa takut kepada Allah semakin tertanam. Hudhur bersabda baik musibah-musibah itu di masa lalu atau pun kini, seorang pengikut sejati takut kepada Allah melihat contoh buruk dari orang-orang terdahulu.  Namun harus berapa banyak lagi bencana-bencana saat ini yang bisa membuat mereka kembali dan takut kepada Allah? Kebanyakan ciri-ciri bencana-bencana alam sederhana yaitu perubahan-perubahan iklim dan hukum alam. Memang benar bahwa bencana-bencana alam terjadi karena hukum alam dan gempa bumi-gempa bumi terjadi karena pergerakan tektonik lempeng bumi. Benar pula bahwa New Zealand, Jepang dan banyak pulau-pulau terletak di atas permukaan lempeng-lempeng tektonik ini dan meskipun mereka berpengalaman lebih di dalam menghadapi gempa-gempa bumi, namun perlu diperhatikan bahwa hal ini merupakan ketetapan Allah di jaman ini yaitu terjadinya gempa bumi-gempa bumi besar.

Beberapa tahun yang silam dalam usaha-usaha tabligh, salah satu dari mubaligh-mubaligh kita di Ghana, Mubasher Sahib di beritahu seorang ulama setempat bahwa gempa bumi-gempa bumi  adalah tanda datangnya Mahdi dan bila pengakuannya sebagai Masih Mau’ud as adalah benar maka mereka meminta sebuah tanda gempa bumi di negeri mereka. Gempa bumi tidak lazim di Ghana terjadi mubaligh ini berdoa.  Ini mengakibatkan banyak kegelisahan di kalangan Kristen dan banyak yang bergabung masuk ke dalam Islam Ahmadiyah dan tanda ini menjadi paling masyhur. Beliau bersabda kita menyaksikan tanda-tanda Masih Mau’ud benar-benar membuktikan kaitan antar kenabiannya dengan gempa-gempa bumi dan bencana-bencana alam lainnya. 
Sabda beliau as, bahwa bencana alam akan terjadi sebagai tanda baginya. Beliau menulis: “Mewahyukan kepadaku Allah Yang Maha Kuasa berfirman: Engkau adalah seorang pemberi ingat atas nama-Ku. Aku telah mengutusmu sehingga yang bersalah akan terpisah dari yang benar,” dan Dia berfirman,” Seorang pemberi ingat telah turun ke dunia namun dunia menolaknya, tetapi Allah akan menyambutnya dan menunjukkan kebenarannya dengan serangan gencar-Nya yang besar. Dan, Allah memberitahuku sebuah gempa bumi mendatang yang akan menjadi kesengsaraan yang sangat dan berfirman:”Lagi sebuah musim semi datang dan lagi firman Allah tergenapkan, ”Hingga sebuah gempa bumi raksasa ditakdirkan, namun yang benar selamat dari itu. Jadilah orang yang benar karenanya dan takutlah kepada Tuhan sehingga kalian akan diselamatkan. Takutlah pada-Nya sehingga kalian tetap aman dari takutnya hari itu. Ini adalah tanda tak terelakkan dari langit yang menunjukan beberapa tandanya dan demikian pula bagi bumi. Namun mereka yang takut kepada Allah akan diselamatkan. Firman Allah diwahyukan kepadaku bahwa banyak bencana-bencana akan terjadi selama hidupku dan beberapa terjadi setelah aku pergi. Dan Dia akan mengembangkan dan memajukan Jamaat ini hingga banyak. Sebagian dari ini akan terjadi di tanganku dan sebagian setelahku.”(Al-Wasiyat, hal. 3-5).

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa bencana-bencana alam yang telah terjadi pada 100 tahun terakhir ini telah membuktikan nubuatan-nubuatan sebelumnya. Allah berulang kali menunjukkan tanda-tanda ini di bagia belahan bumi yang berbeda. Maka, kita harus berulang kali juga mengingatkan peringatan ini dan menguatkan keimanan kita dan menyampaikannya kepada dunia.

Minggu lalu sebuah gempa berkekuatan sangat besar meruntuhkan Jepang. Diikuti dengan tsunami yang melenyapkan banyak kota. Hudhur bersabda tim kita berada di lapangan menolong para korban. Dalam perjalanan yang mereka lalui mereka berkata melewati area yang hancur dimana sebelumnya pernah ada sebuah kota dengan penduduk 15 ribu orang. Jalanan, bangunan-bangunan besar tersapu bersih. Hudhur bersabda ini situasi  yang paling mengerikan dan kita harus mengikuti panutan kita, Rasulullah saw di dalam berdoa semoga Allah membuat orang-orang ini mengenal kebenaran sehingga mereka bisa diselamatkan dari bencana-bencana lain; semoga Allah membuka hati mereka. Maka, kita harus menyampaikankan pesan ini kepada mereka.

Masih Mau’ud as memiliki intuisi (gerakkan hati) khusus dengan orang-orang Jepang. Sehingga sementara mereka menderita karena gempa bumi, didalamnya terdapat  intuisi Hadhrat Masih Mau’ud. Jika mereka memahami ajaran-ajaran benar beliau as, mereka akan diselamatkan. Jemaat kita di Jepang kecil namun mereka harus berupaya dengan upaya terbaik mereka untuk menyampaikan pesan ini kepada orang-orang. Pada situasi saat ini penyampaian pesan yang bijak harus digunakan sepanjang pengabdian kemanusiaan kepada para korban. Tempat-tempat pengungsian milik ahmadi benar-benar melayani kemanusiaan di sana, namun para petugas di sana perlu membuat ikatan-ikatan permanen dengan para korban sehingga mereka mengenal Islam melalui Ahmadiyah.  Hudhur bersabda orang-orang Jepang sangat bangga dengan ajaran Shinto dan kepercayaan-kepercayaan Budha mereka. Kedua sistim keyakinan ini dianut orang-orang Jepang. Upacara-upacara perkawinan dilaksanakan berdasarkan kepercayaan Shinto begitu pula di dalam upacara-upacara kematian, keyakinan Budha juga dilaksanakan. Seorang teman Hudhur yang sangat berpengaruh di sana menceritakan kepada Hudhur, sejak dulu karena kepercayaan Shinto mereka, orang-orang Jepang tidak akan tertarik kepada Islam. Hudhur mengatakan kepadanya bahwa sebenarnya ajaran Shinto banyak memiliki aspek-aspek moral yang baik namun suatu hari mereka akan harus masuk Islam.


Hudhur bersabda Masih Mau’ud as berharap untuk tabligh di Jepang dan bersabda bahwa harus ada sebuah buku berkaitan dengan Islam yang akan menarik perhatian orang-orang Jepang. Beliau (Masih Mau’ud as) bersabda buku-buku Islam yang diterbitkan oleh orang-orang Islam yang lain memiliki kesalahan-kesalahan di dalamnya dan tidak dapat dipercaya. Beliau bersabda beliau as telah mengenalkan apa Islam itu sesungguhnya. Hudhur atba selanjutnya bersabda “ini menjadi tanggung jawab yang sangat besar bagi kita untuk memiliki buku yang ditulis dalam bahasa Jepang.” Beliau bersabda beliau tidak terpikirkan bahwa sebuah buku itu belum ditulis. Hudhur bersabda: Hadhrat Masih mau’ud as bersabda bahwa meskipun harus membayar seseorang 1000 rupe untuk mendapatkan sebuah buku yang diterjemahkan tersebut dan akan menjadi jumlah besar di hari-hari itu, tetapi itu harus dikerjakan.

Hudhur menjelaskan bahwa saat ini terjemahan Al Quran dalam bahasa Jepang telah direvisi oleh Zia Sahib. Hudhur juga menyebutkan bahwa Hadhrat Muslih Mau’ud as mendapatkan kasyaf pada tahun 1945 beliau bersabda bahwa Orang-orang Jepang mati saat itu secara rohani, namun Allah akan membuat mereka masuk Islam melalui Ahmadiyah dan mereka akan mendengarkan suara beliau seperti burung-burung yang merespon suara Hadhrat Ibrahim as.


Hudhur bersabda saat ini tugas kita memberikan perhatian. Tugas kita untuk mengingatkan setiap bangsa. Di katakan bahwa tidak pernah ada gempa yang sangat kuat pada 1000 tahun terakhir. Jepang mengalami banyak gempa-gempa dan bangunan-bangunan di rancang di sana dengan perhitungan terhadap gempa.. Namun saat keputusan Allah tiba tak ada satupun yang bermanfaat. Orang-orang Jepang merencanakan bangunan yang tahan terhadap gempa 7 hingga 8 skala richter. Namun gempa bumi terakhir berkekuatan 9 skala richter diikuti tsunami. Mereka menyangka mereka telah mencapai kemajuan banyak. Energi nuklir atom di gunakan dengan beragam manfaat. Walaupun terdapat pertentangan terhadap penggunaan energi atom di Jepang karena laporan WWII namun program ini tetap dipergunakan untuk kemanfaatan umat manusia. Gempa ini telah merusak sejumlah reaktor nuklir dan akibatnya radiasi menyebar luas. Hudhur bersabda beliau baru menerima fax yang memberitahu beliau bahwa ada upaya-upaya helikopter-helikopter menurunkan air pada reaktor-reaktor untuk mendinginkannya namun tidak berhasil, dan mereka saat ini sedang menyemprotkan air dengan selang-selang air melalui tank-tank pemadam kebakaran. Hudhur bersabda semoga Allah menyelamatkan mereka dari kehancuran mendatang. Hudhur bersabda beliau telah mengirimkan pesan kepada semua sukarelawan yang berada di Jepang untuk meracik obat homeopathy; khususnya obat tertentu untuk pesanan khusus. Juga obat-obatan ini harus tersalurkan kepada mereka yang lain dan jika simpanan tidak mencukupi, Humanity First harus menambah kiriman.

Hudhur bersabda selain kerusakan gempa di Jepang, ada bahaya radiasi. Bahaya-bahaya radiasi ini berakibat jangka panjang serta berlanjut dari ke generasi ke generasi dan sering mengakibatkan anak-anak terlahir cacat. Semoga Allah mengasihani mereka. Bangsa-bangsa menyangka mereka aman namun mereka tidak dalam keadaan aman menurut nubuatan Imam zaman. Jika mereka tidak menaruh perhatian, maka bencana-bencana dapat melanda setiap orang.

Pada tahun ini ada tiga negara berbeda di Timur jauh dalam pengaruh bencana-bencana alam. Di New Zealand sebagian besar bagian kota Christchurch mengalami kerusakan parah karena sebuah gempa, sebanyak 70.000 orang harus meninggalkan kota itu. Di Australia, hujan lebat dan banjir mengakibatkan 70 kota dan desa di negara bagian Queensland terendam. Hudhur bersabda untuk mengingat ini di dalam ingatan, negara bagian Queensland luasnya 4 x luas Jepang. Gugurlah pendapat bahwa jika bencana alam mengguncang, penduduk dapat mengungsi dari wilayah itu. Sebanyak 85 % pertambangan batu bara di wilayah Queensland lenyap dan banjir-banjir mengakibatkan kerugian miliaran dolar di bidang ekonomi. Badai yang menghantam negara bagian Victoria di Australia adalah badai terburuk yang pernah ada di sana. Di Amerika Serikat juga terlihat banyak badai akhir-akhir ini. Berapa banyak yang bisa mereka selamatkan? Negara-negara tersebut harusnya tidak menyangka bahwa mereka akan selamat. Kehendak Allah adalah seluruh dunia disatukan di dalam satu tangan dan karena inilah Dia telah mengirimkan Imam Mahdi as. Kebenaran Islam saat ini akan ditegakkan melalui beliau as. Jika agama-agama lain diperjuangkan hanya bisa dilakukan dengan membuktikan keluhuran Islam, dan itu harus terjadi dengan mengikatkan diri dengan beliau as, yang telah diberi mandat. Tak ada organisasi manapun yang bisa mencapai ini (kecuali Ahmadiyah). Kita harus merefleksikan dan merenungkan tauladan Rasulullah saw; betapa kuatnya angin dan hujan yang terjadi membuat beliau saw khawatir. Apakah kita juga berlaku sama? Allah tidak membutuhkan siapa pun. Dia bersama mereka yang tulus menghormati utusan-Nya.

Pada tahun 2010 terjadi banjir terburuk dalam sejarah negeri ini. Disebutkan bahwa kerusakan yang diakibatkannya lebih buruk dari kerusakan tsunami Indonesia. Banyak penduduk yang masih tinggal di pengungsian sampai saat ini. Baik pemerintah maupun  para ulama yang terus menghasut orang-orang untuk menentang Ahmadiyah ini bahkan tidak menyadarinya. Para ulama mengatakan banjir terjadi bukan karena hukuman namun sebuah ujian. Beliau as bersabda hukuman langit hanya terjadi saat utusan Tuhan mendakwakan diri. Tetapi mereka tidak siap melihat kenyataan. Beberapa tahun yang lalu sebuah gempa besar terjadi di Pakistan namun mereka tidak menaruh perhatian. Mereka tidak menyadari bahwa mereka adalah para pembangkang seorang utusan. Sungguh pun Imam Mahdi as telah menubuatkan tentang bencana-bencana yang akan terjadi setelah kewafatan beliau as. Hudhur atba bersabda mereka yang menyatakan memiliki wawasan harus membuktikan perkataanyya meskipun hanya sediki di antara mereka karena tak ada seorang pun yang terkecuali dari nubuatan ini.

Hadhrat Masih Mau’ud as menulis:

Perhatikanlah! Allah telah memberitahuku saat itu dan juga tentang kedatangan gempa-gempa. Jadi yakinlah bahwa akan terdapat banyak gempa bumi-gempa bumi di Amerika dan di Eropa untuk menggenapi nubuatan-nubuatan ini, bencana-bencana itu akan menimpa beberapa bagian Asia dan beberapa yang menimpa akan mengerikan seperti hari kiamat. Akan ada kematian dalam skala besar dan sungai-sungai akan dialiri darah, dan bahkan burung-burung dan binatang-binatang tidak akan terhindar darinya. Kerusakan akan menyusul di bumi yang tidak pernah terjadi sejak manusia tercipta. Kebanyakan tempat-tempat akan dijungkir balikkan seolah tak pernah ada penghuni sebelumnya. Akan ada pula penderitaan mengerikan baik dari langit maupun bumi. Dan setiap orang yang berpikiran sehat akan menyadari bahwa bencana-bencana ini bukanlah fenomena biasa dan tak ada jejak yang mengarahkan mereka yang bisa ditemukan di buku-buku astronomi atau pun filsafat. Kemudian orang-orang akan diliputi kecemasan dan mereka heran akan apa yang sedang terjadi? Banyak yang akan diselamatkan dan banyak pula yang akan binasa. Hari-hari itu sudah dekat, sungguh mereka sudah berada di depan pintu, tiba saatnya dunia akan menyaksikan pertunjukan kiamat. 
Tak hanya akan terjadi berbagai gempa namun juga bencana-bencana mengerikan lain akan muncul baik dari langit dan bumi. Ini terjadi karena manusia telah meninggalkan penyembahan kepada  Tuhan mereka dan semua pemikiran dan  dan rancangan-rancangan mereka dan ketetapan hati mereka dialihkan untuk dunia. Jika aku tidak datang, bencana-bencana ini mungkin ditangguhkan, namun dengan kedatanganku azab rancangan Tuhan yang telah lama disembunyikan akan tergenapi. Karena Allah berfirman: “Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengirimkan seorang Rosul.”(17:16). Mereka yang bertaubat akan menemukan keamanan dan mereka yang takut sebelum azab itu tiba menimpa mereka akan diberikan pengampunan. Apakah kalian menyangka akan aman dari gempa bumi- gempa bumi ini atau kalian dapat menyelamatkan diri kalian dengan rancangan-rancangan kalian? Tidak, kalian tidak bisa. Semua rancangan umat manusia akan menjadi sia-sia pada hari itu. Janganlah membayangkan bahwa hanya Amerika yang diguncang oleh gempa bumi itu dan bahwa kalian akan selamat, karena kalian bahkan mungkin akan mengalami azab-azab yang lebih besar. Hai Eropa! Kalian tidak akan aman, Hai Asia! Kalian tidak akan aman, hai kalian yang menghuni pulau-pulau tak ada tuhan buatan kalian  yang akan jadi penolong kalian. Aku melihat banyak desa-desa runtuh dan aku melihat para penghuninya di dalam kehancuran. Yang Maha Ahad dan Yang Maha Khas telah lama tinggal diam. Hal-hal yang dibenci dilakukan di depan mata-Nya, Dia tetap diam. Namun sekarang Dia akan menampakkan wajah-Nya dengan cara yang menakutkan. Dia yang punya telinga dengarlah, buatlah dia mendengar! waktu itu tidak lama lagi. Aku berusaha membawa setiap orang di bawah perlindungan Allah, namun putusan-putusan takdir harus tergenapi. Yakinlah, Aku mengatakan giliran negeri ini juga sedang mendekat. Pada hari-hari itu Nuh akan muncul di depan mata kalian, dan kalian akan melihat dengan mata kalian sendiri apa yang telah terjadi di tanah Luth. Namum Tuhan lambat dalam menghukum, bertaubatlah sehingga kalian akan diliputi kasih sayang-Nya. Dia yang meninggalkan Tuhan adalah seekor cacing, bukan manusia dan dia yang tidak takut kepada-Nya adalah mati, tidak hidup.” (Haqiqat ul Wahyi – Intisari Islam, Vol. V, hal. 148 – 150)

Hudhur bersabda Orang-orang muslim yang ada di anak benua harus menaruh perhatian, mereka tidak terkecuali juga. Masih Mau’ud as telah berulangkali mengingatkan akan hal ini dan kekuatan dari peringatannya terwujud karena kasih sayang beliau. Tugas kita untuk menarik perhatian akan ini bahwa para penentang Masih Mau’ud as baik di India, Bangladesh dan Pakistan telah menyaksikan azab-azab ini pada daerah yang dekat. Bencana-bencana dunia akhir-akhir ini harus menjadi tanda pengingat bagi kita. Semoga Allah membuat para muslim memahami ini. Saat ini banyak negara-negara muslim sedang menghadapi krisis konflik antara rakyat dan pemerintahnya. Muslim sedang membunuh muslim lainnya. Apa yang bisa lebih tragis dari ini? Jika saja mereka mengerti bahwa orang yang telah diutus untuk kebaikan umat telah datang. Semoga Allah menjadikan mereka memahami ini dan semoga Dia menjadikan kita menjadi muslim-muslim sejati, semoga kita bisa membawa pesan kepada yang lain dengan kasih sayang tulus sembari berdoa dengan khusyu'.

Selanjutnya Hudhur menyampaikan berita duka pensyahidan di Sangher, Pakistan. Rana Zafrullah, Qaid dan Sekretaris keuangan Jemaat di sana ditembak oleh dua orang pengendara motor tak dikenal. Beliau diserang dalam perjalanan pulang dari kegiatan Jemaat. Beliau meninggal saat dilarikan ke rumah sakit Nawab Shah. Hudhur mendoakan semoga Allah meninggikan derajatnya. Dia meninggalkan seorang isteri dan dua orang putri. Hudhur atba bersabda ini adalah pensyahidan ke-5 di Sangher dalam lima tahun terakhir. Semoga Allah melindungi para Ahmadi di daerah ini dan semoga Dia segera menyebabkan para musuh berhadapan dengan pengadilan. Semoga Allah menjadi pelindung dan Penolong bagi keluarga yang ditinggalkan. Hudhur bersabda beliau akan memimpin shalat jenazah ghaib untuk sang syuhada setelah shalat Jumat.

Di Sadur dari Khutbah tanggal 18 Maret 2011 ini, disampaikan oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, atba