GOLDEN WORDS

Akar Segala Kebaikan Adalah Taqwa, Jika Akar Itu Ada Maka Semuanya Ada
Showing posts with label Anak Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Anak Tuhan. Show all posts

Friday, April 13, 2012

MENANTI KELAHIRAN


Jika semua berlalu pasti ada yang baru
Semua pergi pasti ada yang datang lagi
Terkadang jiwa ini berdetak tak tentu
Termenung menunggu yang baru
Nyeri-nyeri
Rindu-rindu-rindu
Melewati hari
Membayang syahdu


Wajah sabar penuh harap
Mulai berhias di langit yang berderap
Dekat mendekap
Dan tak dapat terlelap
Se mili pun mata ini tak dapat terpejam
Was-was ini terus memburu
Tenang dalam keheningan
Tak sama dengan tenang dalam kekhawatiran
Rinduku berderu
Terasa nafas Tuhan beradu
Membuat ku bertumpu
Aku hanya pasrah kepada-Mu

Medan, 14042012

Thursday, March 22, 2012

KURIKULUM YG HARUS DI ROMBAK ATAU OTAK ANAK KITA YG HARUS DI ROMBAK..?



Jika anak tidak cocok/alergi dengan makanan tertentu maka segera saja dokter akan melarang orang tuanya memberikan makanan tersebut pada anaknya dan menggantinya dengan makanan lain yg tidak menimbulkan reaksi negatif pada anak.

Jadi kesimpulannya bukan anaknya yg bermasalah tapi makanannya-lah yg bermasalah. Bagaimana jika kurikulum dan cara pengajaran di sekolah yg tidak cocok dengan anak...? Kurikulumnya yg harus di ganti atau anak kita yg dipaksa untuk terus menelan setiap hari kurikulum tsb.

Peristiwa ini ternyata terjadi pada Program Trial Home Schooling kami, PROGRAM PEMBELAJARAN YG TELAH KAMI SUSUN BERSAMA DENGAN SEKSAMA ternyata setelah di praktekan banyak yg TIDAK COCOK pada anak2 alias anak2nya Alergi menerimanya. Maka keputusan kami bersama adalah segera MENGGANTI sistem kurikulum dan metode pembelajarannya, dan bukan memaksakan anaknya untuk menelan kurikulum dan sistem pembelajaran yg tidak cocok tsb, Padahal kami sudah merasa sangat hati2 sekali dalam merancang dan menyusunnya. Tapi kami selalu berprinsip tidak ada yg salah dengan sifat alamiah anak2 kita tapi justru kemungkinan besar kamilah yg membuat kesalahan dalam proses perancangan dan aplikasinya.

Untuk itulah hari ini kami menjadwalkan untuk workshop mengkaji dan menyusun ulang kurikulumnya bagi para pelajar HS kami.

Keluarga Indonesia yg sy cintai, Ingatlah, bahwa selalu pada dasarnya otak kita adalah alat uji sebuah sistem pembelajaran dan kurikulum, dan bukan sistem KURIKULUM yg menguji otak anak kita apakah pintar atau bodoh. Karena kurikulum hanyalah ciptaan manusia sementara otak anak2 kita adalah Ciptaan Sang Maha Sempurna.

Jika seorang anak tidak cocok terhadap sistem pembelajaran dan Menu Kurikulum maka bukan anaknya yg di paksa terus menelannya setiap hari, tapi segeralah mengkaji ulang untuk mengganti dengan yg Ramah Otak Anak.

Karena kami yakin bahwa TUHAN TIDAK PERNAH SALAH MENCIPTAKAN OTAK ANAK-ANAK KITA, Tapi kemungkinan besar justru manusialah yg salah dalam menyusun program pembelajaran dan kurikulum bagi anak2 kita.

Berita gembiranya adalah bahwa saat ini sudah mulai banyak sekolah yg sadar dan peduli terhadap masalah ketidak cocokan yg dipaksakan ini, Itulah sebabnya salah satu sekolah Alam di Ciganjur dan Bogor lebih memilih membuat sistem pembelajaran dan kurikulum sendiri yg lebih cocok pada anak, dan merelakan diri untuk mengambil sistem PKBM dan ujian PAKET A B (persis seperti kami di HS) ketimbang memaksakan anak menelan kurikulum yg membuatnya Stess, Malas2an, tawuran atau bahkan Mogok sekolah. Wow sebuah tindakan yg sangat nekad dan berani....!!!!! Semua ini bisa terjadi juga karena dukungan dari para ortu yg menyekolahkan anaknya di sana.

Semoga semakin banyak para guru dan pimpinan sekolah yg peduli pada masalah ketidak cocokan SISTEM PEMBELAJARAN DAN KURIKULUM SEKOLAH PADA ANAK DIDIKNYA.

Mari kita bangun Indonesia yg kuat dari Keluarga melalui anak2 kita tercinta. Jika bukan kita yg peduli pada anak2 kita lantas siapa lagi...?

Sumber: http://ayahkita.com/

Wednesday, March 14, 2012

YESUS TIDAK MENDAKWA JADI ANAK TUHAN


Pengesyahan Oleh Cendekiawan Katolik
Father Raymond E Brown, penulis buku “ The Death of The Messiah” (Doubleday, 1608 pages, $75) telah mengungkapkan penemuan-penemuannya dalam bukunya bahwa Yesus atau para pengikutnya beliau tidak menggunakan gelar “Anak Tuhan” untuk beliau (Yesus) di masa hidup beliau.  Ulasan berikut telah di buat oleh The Weekly Time dalam terbitan tertanggal 11 April 1944.
“ Brown bergabung dengan mereka yang mempercayai Yesus anti –Tample adalah satu unsure dalam kalimat maut.  Brown menganggap tuduhan berat penghujatan, bukan mengejek Tuhan, tetapi melibatkan dakwaan kedudukan Yesus yang hanya di miliki Sang Pencipta.  Brown tidak menganggap Yesus atau para pengikut beliau menggunkan gelar “anak Tuhan” dimasa hidup Yesus.  Tetai dia menganggapnya dapat di terima bahwa Yesus mendakwakan kuasa untuk mengampuni dosa-dosa, berbicara tentang terjadinya kerajaan Tuhan, dan menggambarkan bahwa Tuhan akan mengadili orang-orang atas bagaimana mereka menyambut Yesus sendiri “.
Sebab itu, jika Yesus tak pernah menggunakan gelar anak Tuhan untuk beliau sendiri, mengapa orang lain harus menggunakannya untuk beliau? Ini benar-benar penghujatan.  Mengenai kuasa untuk mengampuni dosa-dosa, terjadinya kerajaan Tuhan, dan Tuhan akan mengadili orang-orang atas bagaimana mereka menyambut Yesus sendiri telah di dakwahkan semua nabi Tuhan.  Dia yang mengimami nabi zamannya dan beramal saleh, dosa-dosanya diampuni oleh Allah Ta’ala.  Semua nabi di bangkitkan untuk membawa kerajaan Tuhan dan menolak untuk mengimani mereka akan di hakimi oleh Allah Ta’ala.
Maka dengan Yesus juga, nabi Tuhan.  Tak ada keistimewaan kepada beliau.
Sumber:
·         EBK, No.064, Tabuk 1381-Sep 2002-Th.VI
·         Ahmadiyah Gazzete Canada, June 1994, hal.19, vol.23,no.6
·         Terjemahan oleh Muharrim Awaluddin Thailand