GOLDEN WORDS

Akar Segala Kebaikan Adalah Taqwa, Jika Akar Itu Ada Maka Semuanya Ada
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Wednesday, March 14, 2012

Puisi: KETIKA SEORANG KOLERIS


Ilustrasi
Ilustras
Dia seorang koleris
Terjangan sikapnya sangat kuat
Masalah dia juga menjadi masalah ku
Sifat dasarnya begitu lekat dalam makna tak tentu
Masalahnya menjadi masalah orang lain
Kasihan dia yang sulit menjalin pergaulan
Kasihannya dia yang susah merajut kehangatan
Semua yang ada di sekitarnya takut
Saya tidak apa-apa, jangan takut
Paling tidak itu maunya
Namun setiap mata tidak percaya
Memandang penuh curiga
Apakah dia masih membahayakan kami
Bermasalah dengannya adalah kebodohan
Karena dia memang bodoh
Tak penting baginya kebenaran
Yang penting dia menang
Kasihan dia yang sedang kesulitan menata sikapnya
Seandainya saja ma’rifat Tuhan menyentuhnya
Simpul itu akan mulai memudar
Hingga ia menertawakan dirinya

Saturday, June 4, 2011

HADIAH YANG TAK PANTAS



Malam begitu pekat
Wajah kekasih datang terjerat
Terikat dalam kemolekan rindu
Terikat dalam harap tak bertumpu

Malam semakin dingin
Karna hujan tidak kunjung bergeming
Angan ku melayang dalam ingat yang rancu
Memaksa mengenang yang tabu

Sosok mu begitu memabukkan ku
Melintas tak senonoh dalam relung kebodohanku
Mencumbu sepi gelap tak bertepi
Ingatan ini takkan rela melepas bayang-bayang  lembutmu

Kau begitu menawan
Begitu picik bila ku manja
Segalanya berlalu begitu saja
Sekejap ku tersadar kau telah pudar
Dan semoga kau tersadar
Kau tak layak mendapatkan hadiah lamunan ini
                              
Sufi, Medan 01 Juni ‘11

KAWAN YANG DERMAWAN

Malam masih terasa kelabu
Mengiring hati yang tak menentu
Baru sepenggal rindu ini berlalu
Bayangnya masih lekat di sepatu pemberiannya
Senyum khasnya masih melekat erat di kaos pemberiannya

Masih ingatku tawanya
Masih ingat ku sapanya
Sesekali aku mencuri pandang dan belajar
Terhadap sosoknya yang Dermawan
Sosok yang sederhana tetapi berkarakter kuat
Memberi sentuhan elegan dan tidak malu
Tiada malu siapa pun yang mendekatnya

Begitu hangat pribadinya
Semua terasa aman di buatnya
Keikhlasan menjadi cirinya yang tak lepas
Seolah-olah keikhlasan ini miliknya

Malam itu batinku  tersentak
Mendengar dia telah berpulang
Sedang melakukan apa yang kami sangat senangi
Kenapa ketika aku tak ada di sisinya menemani

Masih dalam ketidak percayaan
Sepertinya baru sepenggal rindu ini berlalu
Semuanya begitu sepi tak ada yang abadi

Terimakasih kawan
Kau telah memberiku banyak pelajaran
Dalam pengembaraan pengabdian
Rupanya Tuhan mu lebih menyayangimu
Dari pada karib kerabat mu
Dari pada kami yang kau tinggalkan

Semoga kau mendapat buah-buah segar amal mu
Buah-buah manis nan madu sepak terjangmu
Buah-buah yang banyak karna kebijakan dan keitaatanmu
Buah-buah dari ibadah selama berjuang untuk keluargamu
Kau begitu singkat berlalu mewarnai titi jalan hidup ku

Rasa perih ini masih tersimpan diantara kepala dan dada ku
Aku yang jauh ini merasakan kau sangat dekat duduk di samping ku
Menemaniku membuat puisi untuk mu
Semoga kau tersenyum setelah mengetahui
Semua apa yang suka aku sampaikan dalam tawa maupun pengajian
Telah sempurna menjadi kenyataan
Kenyataan yang hanya kau saja rasakan saat ini
Semoga kau damai bersama Tuhan
Tetaplah berdoa untuk kami di dunia
                                Sufi, Medan 02 Juni “11