GOLDEN WORDS

Akar Segala Kebaikan Adalah Taqwa, Jika Akar Itu Ada Maka Semuanya Ada
Showing posts with label hati. Show all posts
Showing posts with label hati. Show all posts

Saturday, June 4, 2011

KAWAN YANG DERMAWAN

Malam masih terasa kelabu
Mengiring hati yang tak menentu
Baru sepenggal rindu ini berlalu
Bayangnya masih lekat di sepatu pemberiannya
Senyum khasnya masih melekat erat di kaos pemberiannya

Masih ingatku tawanya
Masih ingat ku sapanya
Sesekali aku mencuri pandang dan belajar
Terhadap sosoknya yang Dermawan
Sosok yang sederhana tetapi berkarakter kuat
Memberi sentuhan elegan dan tidak malu
Tiada malu siapa pun yang mendekatnya

Begitu hangat pribadinya
Semua terasa aman di buatnya
Keikhlasan menjadi cirinya yang tak lepas
Seolah-olah keikhlasan ini miliknya

Malam itu batinku  tersentak
Mendengar dia telah berpulang
Sedang melakukan apa yang kami sangat senangi
Kenapa ketika aku tak ada di sisinya menemani

Masih dalam ketidak percayaan
Sepertinya baru sepenggal rindu ini berlalu
Semuanya begitu sepi tak ada yang abadi

Terimakasih kawan
Kau telah memberiku banyak pelajaran
Dalam pengembaraan pengabdian
Rupanya Tuhan mu lebih menyayangimu
Dari pada karib kerabat mu
Dari pada kami yang kau tinggalkan

Semoga kau mendapat buah-buah segar amal mu
Buah-buah manis nan madu sepak terjangmu
Buah-buah yang banyak karna kebijakan dan keitaatanmu
Buah-buah dari ibadah selama berjuang untuk keluargamu
Kau begitu singkat berlalu mewarnai titi jalan hidup ku

Rasa perih ini masih tersimpan diantara kepala dan dada ku
Aku yang jauh ini merasakan kau sangat dekat duduk di samping ku
Menemaniku membuat puisi untuk mu
Semoga kau tersenyum setelah mengetahui
Semua apa yang suka aku sampaikan dalam tawa maupun pengajian
Telah sempurna menjadi kenyataan
Kenyataan yang hanya kau saja rasakan saat ini
Semoga kau damai bersama Tuhan
Tetaplah berdoa untuk kami di dunia
                                Sufi, Medan 02 Juni “11

Thursday, May 27, 2010

HAKIKAT TOBAT



Terkadang di dalam perjalanannya seorang pendosa menuju kepada Tuhan banyak menemukan batu kerikil yang menghadang, ketika si pelaku dosa melakukan perbuatan lancang. Hati kecilnya bagaimana pun kondisinya akan menyuarakan rintihan penyesalan. Maka dalam waktu bersamaan dia akan di bawa kepada penyesalan. Namun dalam tataran ini, si pendosa selalu mengalami kesulitan berupa penyangkalan akan kata hatinya. Banyak alasan sehingga dia tidak kuasa mengikuti kata hatinya, wal hasil dia akan semakin melakukan pelanggaran demi pelanggaran. Di pihak lain juga ketika si pendosa melakukann tobat, maka hal itu hanya bersifat temporer saja. Hal ini karena disebabkan kondisi emosional yang sedang merundungnya dan bukan karena penyesalan yang sebenarnya kepada Allah Ta'ala.
Bagi orang-orang yang mengalami sulitnya perjalanan ruhani, hendaknya mereka menyadari dan merenungkan pelajaran-pelajaran yang alam berikan kepada kita. Coba saja kita perhatikan seekor lalat. Dia memiliki dua sayap yang sama tetapi mengandung zat berbeda. Sayap yang satu mengandung racun dan yang lainnya mengandung penawar. Begitu juga manusia, dia juga memiliki dua sayap yakni sayap dosa dan sayap penyesalan. Lalu mengapa racun itu Allah Ta'ala ciptakan? Walaupun berbentuk racun, dia memiliki juga daya penawar. Seandainya tidak ada dosa, maka racun kesombongan, kecongkakan dan lain-lain akan merajalela di dalam tubuh manusia dan dia akan binasa. Sedang tobat itulah yang akan menjadi sarana penangkalnya. Lihatlah Rasulullah SAW yang telah dimaksum, pun beliau melakukan “istighfar” sekurang-kurangnya 70 kali, lebih-lebih kita yang hanya murid rendah beliau penuh dengan kesilapan dan sejuta kekurangan, sudah selayaknya bertobat demi kebaikan hidup kita.