GOLDEN WORDS

Akar Segala Kebaikan Adalah Taqwa, Jika Akar Itu Ada Maka Semuanya Ada

Friday, January 10, 2025

Santo Thomas di India


Ref. buku Jesus Among the Lost Sheep

Oleh Azis Chaudry Terbitan Islamic International Ltd” 1992 hl.64-69

 


St Thomas adalah salah satu dari 12 murid Yesus (Nabi Isa as). Nama lengkap beliau adalah Yudas Thomas. Menurut Injil Apokrif kisah Thomas (Acta Thomae). Nama atau gelar Thomas berarti kembar. (Yohanes 20:24 & 21:2). Dalam Injil Matius dan Markus, Yudas disebut sebagai salah seorang dari saudara-saudara Yesus. Matius 13:55 dan Markus 6:3. Acta Thomae disebut dalam Bahasa Syriac Kisah Yudas Thomas, yakni Judah, si kembar dan di seluruh kitab ini, beliau disebut Yudas dan bukan Thomas. Bahasa Syriac yang sepada untuk Thomas adalah Thomae, dalam dialek Nestorian “Theom”dan dalam Bahasa Arab Tauam. Dalam literatur Bahasa Arab , Thomas umumnya dirujuk sebagai Badad yang menurut aturan tatabahasa dapat juga diucapkan Babad dan kedua kata itu bermakna kembar. [1]

Pandangan ini bahwa Thomas adalah saudara kembar Yesus telah dipertahankan oleh Nazir Ahmad berdasarkan pernyataan-pernyataan dalam Kisah Thomas. Kami tidak setuju dengan hal itu. Tak ada kesaksian sama sekali, bahwa Yesus lahir kembar. Injil-injil tidak menyebutkan, bahwa Thomas adalah saudara kembar Yesus. Tetapi dalam perbedaan-perbedaan pandangan dari periwayat Injil, seseorang tidak dapat menghapus kemungkinan bahwa St Thomas adalah salah seorang murid yang menyertai Yesus ke India.

Thomas sangat setia pada Yesus dan amat ingin mengikuti beliau kemanapun dan bersedia mati demi beliau (Yohanes 10:16). Beliau mengikuti Yesus ke danau Tiberias dan kemudian menyertai Yesus selama hijrah beliau ke India dalam mencari suku-suku Bani Israil yang hilang. Thomas diriwayatkan Bersama Yesus di Magdonia (Nishibis-Mesopotamia) dan Texilla di Barat laut India (sekarang Pakistan). Dari sana beliau kemungkinan menyertai Yesus ke Kashmir. Kemudian sebagaimana adanya jejak suku-suku Bani Israil yang hilang , yang menetap sepanjang Pantai Barat India dari Bombay sampai Srilangka, ST Thomas pergi ke Selatan India Dimana beliau bertabligh dan di syahidkan. Maka St Thomas (sewaktu hidupnya -AMMS) mendirikan gereja-gereja di Selatan India. Menurut tradisi Bani Israil sepanjang Pantai Barat India , nenek moyang mereka telah meninggalkan Yerusalem sesudah penghancuran kuil (biara) yang kedua kali dan tiba dikawasan-kawan ini pada abad ke3 SM. [2]

Menurut Bukhana[3] Sebagian dari mereka berasal dari Barat laut India dan Kashmir.


Kaum Kristen Pengikut St Thomas

Tadisi setempat golongan ini yang menyebut diri mereka sendiri Kaum Kristen pengikut St Thomas meriwayatkan bahwa pendiri gereja mereka adalah St Thomas. Mereka selalu mendakwahkan demikian dan mereka memuliakan St Thomas sebagai orang kudus pelindung mereka. Kemudian golangan ini dipengaruhi oleh ajaran Kristen Nestorian. Asal keimanan Kristen Nestorian ini adalah signifikan bahwa mereka tidak mempercayai bunda Maria dan tidak mempercayai keputraan Yesus (sebagai anak Tuhan -MA).[4] Yang karena itu mereka diperlakukan zhalim, ketika penjajahan Eropa datang di Selatan India.

Dari sebuah gereja permulaan di Edessa (kini Urfa di Timur Turki) ada hubungan dengan gereja di India ini. Max Muller telah menetapkan, bahwa Bahasa Pahlavi diucapkan di Edessa dan menarik bahwa prasasti ditemukan di geraja-gereja di Selatan India.

Tradisi-tradisi kuno sehubungan dengan kisah Thomas, mengingatkan St Thomas dengan Endessa dan dan menjadikan beliau penginjil Parthia dan India. Tahun 189M Pantaenius di utus ke India oleh Bishop Demetrius dari Alexandria. Dia mendapati bahwa sebuah gereja telah didirikan oleh seorang rasul (murid Yesus). Hippoclytus salah satu sejarahwan Kristen permulaan, menulis mengenai St Thomas. “Dan Thomas bertabligh kepada orang-orang Parthia, Medes, Persia, Bacterian, India, Hyranean, dan ditikam dengan sebatang tombak di Calamania[5] sebuah kota di India dan dimakamkan di sana.[6]

Assemani, yang mengutip berbagai penulis bangsa Syiria, memberitahu kita bahwa St. Thomas merupakan utusan ke Mesopotamia dan India serta menyebutkan suatu tempat yang Bernama “Rumah St Thomas di Kota Maelapore”[7] Maelapore adalah sebuah kota di Madras (India Selatan) Dimana menurut kisah Thomas, beliau dibunuh. Dimasa Raja Alfred dipercayai bahwa St Thomas telah bertabligh dan wafat di India serta dia telah mengirimkan suatu perutusan ke tempat suci St Thomas di India. Marcopolo menulis kira-kira tahun 1294 M juga menyebutkan pensyahidan St Thomas dekat Madras.

 

Kisah Thomas

Kisah Thomas yang kita rujuk ditulis pada permulaan abad ke dua Masehi oleh Leucius, penulis beberapa kisah Apokrif. Dia mendasarkan pada surat-surat tertentu dari St Thomas dan pada keterangan yang diterima dari sebuah perutusan Selatan India melalui Edessa menuju Yerusalem dan Roma.

Kisah Thomas dihimpun secara keseluruhan pada tahun 368 oleh Epiphanius, Bishop Salamia. Kita itu diterima dan dibaca di Gereja-gereja bersama dengan Injil Thomas dan kitab-kitab kanonik lainnya, sehingga fatwa Paus Gelasius (495 M) Ketika kitab itu dikutuk sebagai penyimpangan. Dalam bentuk perobahan sedikit kitab itu dibaca dan diterima, bahkan sampai hari ini di gereja-gereja Assyiria. Kitab itu diterjemahkan dari Bahasa Syriac ke Bahasa Inggris oleh Dr. W. Wright tahun 1971.[8] Kitab itu dimasukkan oleh Dr. Cureton dalam bukunya Ancient Syriac Document pada th 1883.

 

St Thomas Melakukan Perjalanan Ke India

Kehidupan St Thomas seperti yang digambarkan Kisah Thomas dimulai dengan kisah bahwa ketika pembagian tugas dilapangan di antara para murid, India yang ada dalam Kerajaan Parthia jatuh ke bagian Thomas. Lalu dinyatakan bahwa Yesus Nabi Isa as dan Thomas bersama-sama tiba di Magdonia yang merupakan nama lain dari Nisibis[9] Di Mesopotamia. Di sinilah bahwa  seorang pesuruh Bernama Abenes dari Raja Gondophares dari Kerajaan Parthia India, tiba dan mohon kepada Raja Magdonia untuk mengirim seorang arsitek (Juru Tera) untuk membangun sebuah istana dengan gaya Roma. Yesus waktu itu sedang bertabligh pada raja Magdonia dan atas anjuran beliau St. Thmas dikirim ke India. Thomas mengadakan perjanjian melalui laut dari sebuah Pelabuhan Mesopotamia mencapai muara Sungai Indus di India. Melayari Sungai beliau tiba di suatu tempat bernama Attock. Abanes menghadirkan St. Thomas kepada Raja Gondophares di Taxilla (masa itu India Barat Laut) dalam Kerajaan Gondophares.

Kehadiran Yesus (Nabi Isa as) bersama Thomas di Taxilla disebutkan dalam kisah Thomas dengan sangat singkat. Tercatat bahwa keduanya menghadiri pesta pernikahan Abanes (Abdagases) seorang keponakan Raja Gondophares.[10] Kita baca dalah kisah Thomas “Thomas sesudah upacara itu meninggalkan tempat itu. Penganten baru lelaki mengangkat tirai yang memisahkan dia dari pengantin Perempuan. Dia melihat Thomas yang dia sangka sedang bercakap-cakap dengannya. Kemudian dia bertanya dalah keheranan: Bagaimana tuan dapat dijuampai di sini, tidakkah saya lihat tuan pergi sebelumnya?, dan tuan itu (Yesus) menjawab: Saya bukan Thomas tetapi saudaranya”.[11]

Kemudian dinyatakan bahwa sebelum bertolak ke Selatan India Thomas pergi ke suatu Kerajaan lain, tetapi tidak dirinci. Mungkin yang dimaksud adalah Kashmir, sebab Yesus (Nai Isa as) pergi ke sana sesudah kunjungan beliau ke India Barat Laut dan Kawasan Punjab. Kemudian St. Thomas mengikuti jejak beliau semula dan mencapai muara sungai Indus dan mengadakan perjalanan dengan kapal ke Pantai Barat di Selatan Iindia. Beliau mendarat di Kerala, sebuah pulau Laguna dekat Crangonone yang kepala pelabuahannya adalah Muiziris St Thomas bertabligh kepada masyarakat di Pantai Barat. Beliau kemudian diriwayatan pergi ke kota Andra di distrik Andra. Sesudah itu beliau pergi ke Maelapore di Pantai Timur dan berhasil menarik Ratu Tertia (menjadi pengikut Yesus-MA). Hal ini membangkitkan kemarahan Raja Mazdai dan memicu iri hati kaum Brahmana. Mereka menghasut Masyarakat dan St Thomas dibunuh di kota Maelapore, Madras. Beliau dimakamkan di sana. Dalam suatu Kawasan 7 - 8 Mil dari benteng St George (Madras India) berdiri gereja kuno yang besar yang menandai tempat-tempat pensyahidan St Thomas. Secara umum diterima tulang belulang St Thomas dipindahkan dari Madras ke Edessa th. 163 M dan sebuh Gereja dibangun d tempat penguburan mereka.

Riwayat hidup St Thomas di India ini dikuatkan oleh ciri khas Sejarah dan Ggeografi Kawasan itu. Raja Gondophares yang telah disebutkan dalam kisah St Thomas berasal dari dinasti Parthia dan memerintah India Barat Laut dari tahun 21-50 M. setelah meniggalnya Abanes keponakannya melanjutkannya untuk masa singkat.[12] Nama-naam tempat tersebut sehubungan dengan kehidupan St Thomas di India dikuatkan oleh Geografis daerah itu.

 

Prasasti Berbahasa Aramik

Penyelidikan bukti Sejarah lebih lanjut dari kunjungan St Thomas dan Yesus (Isa as) ke India Barat Laut, kita dapati bahwa ada satu prasasti yang menarik di musium Taxilla yang telah digali dari sirkap, Taxilla (kini di Pakistan). Prasasti itu hancur, rusak dan tak lengkap. Menurut Sir John Marshall, Direktur Jenderal Departemen Akeologi British India serta penulis dua buku mengenai Taxilla, prasasti ini berasal dari abad pertama Masehi.[13] Itu merupakan bagian dari pilar kenangan pualam putih bersegi delapan yang dibangun dalam suatu tembok sebuah rumah yang digali di Taxilla. Prasasti yang digali pada pilar ini adalah berbahasa Aramik, suatu dialek Ibrani yang dengan itu Yesus dan murid-muridnya berbicara.

Nazir Ahmad penulis buku “Jesus in Heaven on Earth” membahas prasasti ini dalam bukunya. Beliau menulis “adanya prasasti dalam Bahasa Aramik ini merupakan hal Ajaib. Tetapi karena kehadiran Yesus  dan St Thomas di Taxilla hal ini tak dapat diterangkan dengan hipotesa lain. Sejauh ini tak ada usaha telah dibuat untuk menerangkannya walaupun segera setelah penemuannya usaha-usaha dibuat untuk menterjemahkannya. Salinan-salinan catatan itu diterbitkan oleh Dr. L.D. Bernet dan Prof. Cowley dalam The Journal of The Royal Asiatic Society.[14] Catatan-catatan the late F.C. Andreas, terbit Dr. W.H. Winkler menimbulkan komplikasi-komplikasi lebih jauh. Ketidak lengkapan dan kerusakan prasasti ditambah dengan prasangka-prasangka mereka serta kurangnya pengetahuan mengenai latar belakang yang sebenarnya telah membuat kebingangan makin buruk lagi. Mereka berkata bahwa prasasti itu merujuk kepada seorang pejabat tinggi Bernama Romadota dan bahwa juga disebut dua nama lain Nanggaruda dan Priyadarsia. Sisa terjemahan adalah khayalan dan sebab itu tanpa makna. Mereka tak dapat, saya ulangi karena kurangnya pengetahuan yang patut, mengungkapkan bahwa tiga kata ini boleh jadi merupakan gelar dan bukan nama asli. Mereka tidak dapat menerima buku Rahnomai Taxilla oleh Maulvi Muhammad Hamid Qureshi, Asisten pengawas survey Arkeolog India, yang di dalamnya menyebutkan bahwa prasasti itu merujuk pada Pembangunan sebuah Istana (mahal) dari Deobar dan Ivory di Taxilla.[15]  Para cendekiawan barat mengabaikan kenyataan bahwa “nanggaruda secara harfiah bermakna tukang kayu dalam Bahasa Aramik. Ramadota sebenarnya adalah Rudradeva (anak Tuhan) dan Priyadarsia adalah Peridersia (Bapa).  Seperti diakui oleh Sir John Marshall para cendekiawan Barat selanjutnya mengakui atas kemungkinan-kemungkinan belaka. Mereka juga melupakan kenyataan bahwa seorang suci dan saleh di India pada masal itu selalu digambarkan sebagai anak Tuhan atau anak suatu dewa lain.

Tetapi jika kita letakkan kenyataan-kenyataan ini bersama pada pemandangan yang sebenarnya kita terpaksa mencari dan melacak seorang asing di Taxilla yang menjadi tukang kayu dan yang dihubungkan dengan Pembangunan sebuah istana di Taxilla dan yang dihubungkan seorang suci dan saleh yang digambarkan sebagai Rudradeva (anak Tuhan) St. Yudah Thomas kenyataannya merupakan merupakan seorang asing., tukang kayu , anak dari tukang kayu, beliau membangun sebuah istana di Taxilla, dan berada di Taxilla bersama Yesus (Nabi Isa as), Nabi Allah ( Jesus in Heaven on Earth p..348).

Maka menurut Nazir Ahmad, yang adalah seorang peneliti terkemuka, prasasti ini menunjuk kepada kehadiran St Thomas dan Yesus Kristus (Isa Al Masih as) di Taxilla selama abad pertama Masehi. Kemungkinan tahun 48-50 M. Penelitian lebih lanjut untuk mengungkap prasasti ini diperlukan.

Perjalanan St Thomas yang ingin dan tetap mengikuti Yesus kemanapun beliau pergi an menyerahkan hidupnya demi beliau ke India dan bertabligh bahkan syahid menjadi sangat serupa bahwa beliau mengikuti jejak Langkah Yesus Kristus (Isa Almasih) yang mengadakan perjalanan ke Timur dalam mencari suku-suku Israil yang hilang. Hijrah dan kehadiran St Thomas di India mendukung (menguatkan) pandangan bahwa Yesus (Nabi Isa as) sendiri berhijrah ke India dan akhirnya menetap di Kashmir di mana makam beliau berada di Srinagar.

Alih Bahasa Muharim Awaluddin  

Disadur dari EBK, No.64, Sep 2002 | Ali Mukhayat

 



[1] Lisan-ul-Arab Vol.III,P.48

[2] Rev. Claudius Buchanan, Christian Researchers in India, P.220

[3] Ibid, P.224

[4] W.R. Phillip, The Thirty Four Conferences between Danish Missionaries and Malabar Brahmans (Christians) in The East Indies, XV

[5] Sir William Hunter, India Empire, p. 213

[6] S.D.F. Salmond, the Writings of Hippoclytus, Vol. III, P.131

[7] Assemani, Biblothica Orientalics III:I, P.231

[8] Dr. Wright, The Apocrypahal Acts of Apostles, Vol.III

[9] Dr. Cureton, Ancient Syriac Document, Vol.22, P.141, see also F.C.Burket, Early Chritians Outside the Roma Empire, P.155

[10] Prof. J.W. Fadrquhar, The Aposite Tomas in India, John Reyland’s Library Bulletin, Vol.XII:I

[11] Acta Thomae, Ante Nicene Christian Library, Vol. XX, P.46, see also Sir V.A. Smith, The Early History of India, P. 219, And, Sir John Marshall, A Guide to Taxilla, P.15

[12] Prof. E.J. Rapson, Ancient India, P. 174, Also see, Sir V.A Smith, The Early History of India, P.217

[13] Sir John Marshall, A Guide to Taxilla, P.99

[14] Ibid, P.34

[15] Maulvi Muhammad Hamid Qureshi, Rahnumai Taxilla, Calcutta, Government of India Printing Press 1924, P.144


Monday, December 6, 2021

 

                 Cara Mensucikan Harta 

Oleh Murtiyono Yusuf Ismail









Artinya: 
Dan, belanjakanlah harta pada jalan Allah swt., dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu dengan tanganmu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah swt. mencintai orang- orang yang berbuat kebaikan. Al Baqarah 2 : 196

Sobat, ada dua hal yang saya ingin sampaikan berkenaan dengan ayat di atas. Pertama, kita senantiasa mendapatkan rezeki. Namun rezeki yang kita dapatkan hakikatnya bukanlah sepenuhnya menjadi hak kita.  Di dalam harta kita ada hak bagi saudara-saudara kita yang kurang beruntung dari sisi ekonomi. atau terkadang dalam rezeki kita tidak seluruhnya itu bersih, seibarat ayam tidak semua kita dapat menikmatinya sebelum hal-hal yang perlu dibersihkan atau sucikan itu kita bersihkan. Nah di dalam harta kita juga ada bagian yang harus kita berikan haknya agar harta itu dapat kita nikmati. Islam telah mengajarkan kepada kita hanya dengan sebagian harta kita, kita gunakan untuk memberi bantuan kepada saudara kita yang sednag dalam kelemahan ekonomi dan memerlukan uluran bantuan, maka insyaalah harta yang kita peroleh akan menjadi bersih suci.  yang sudah barang tentu akan membawa dampak pada keberkahan dalam rezeki kita.

Kedua, dalam menyampaikan amanah-amanah Allah SWT, misal ketauhidan Allah ta'ala dan da'wah Islam menyampaikan kebenaran-kebenaran Islam maka sangat diperlukan sekali dukungan dari harta kita.  Demi tegaknya aqidah-aqidah yang benar tentang Tuhan maka sangat ada tanggung jawab yang harus kita tunaikan kita dalam pembiayaan da'wah tersebut. Nah inilah yang dimaksud pembelanjaan harta di jalan Allah SWT.  
Memilih lalai merupakan sikap yang jurtru akan menjerumuskan kita dalam kebinasaan.  Harta yang kita dapatkan tidak akan berkah dengan kata lain tidak akan kemana-mana bahkan akan menarik fitnah dan kemalangan.  Maka hanya dengan mensucikan harta kita dengan membantu saudara kita yang lemah dan mememnuhi kebutuhan da'wah Islam, harta akan menjadi berkah dan suci.  Semoga Allah memberikan rezeki yang berkah dan menarik kita pada keridhaan-Nya.   






Friday, December 3, 2021

 



Orang Terbaik di Mata Allah Ta'ala

Oleh M. Sufi



‘Dan siapakah yang lebih baik pembicaraannya daripada orang yang mengajak manusia kepada Allah dan beramal saleh serta berkata “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Al Fushshilat/ Ha mim As Sajdah 41:34)

Dari teks ayat yang saya fahami adalah, bahwa Allah ta'ala hendak memberitahukan kepada kita bahwa siapa diantara manusia yang lebih baik dari pada manusia yang mengajak kepada ketauhidan Allah ta'ala.  Memang ada profesi sebagai juru da'wah atau dai, yang senantiasa menyeru khalayak ramai akan ibadah kepada Allah ta'ala.  Tentu jika ayat ini hanya secara sempit kita artikan bahwa orang yang menyeru manusia kepada Allah ta'ala adalah orang yang profesinya terbaik dihadapat Allah maka tentu Allah tidak adil dalam pandangan orang-orang yang berprofesi selain juru da'wah? Maka akan timbul pertanyaan dimana letak Maha adil Allah ta'ala? dimana letak Maha Bijaksana Allah Ta'ala? Tentu siafat Allah ta'ala tidak boleh paradok dengan apa yang juga Dia telah firmankan.

Maka kita dapat juga berpandangan dalam ayat ini adalah manusia berprofesi seperti apa pun selama itu baik dimata Allah ta'ala maka kapan pun dimana pun dia sempat untuk memberikan nasehat ketika melihat saudaranya khilaf, dan atau mengingatkan tentang ibadah kepada khalayak maka sejatinya dia juga termasuk dai yang menyampaikan da'wahnya kepada saudaranya. Maka dia akan meraih dua hal, profesi yang dia jalankan dan tambahannya adalah dia menda'wahkan kebaikan bagi saudaranya yang lain dan disertai amal kebajikan. Maka itulah sebaik-baik perkataan dan sebaik-baik tauladan.  Maka khalayak akan melihat kesalehannya.

Tuesday, October 26, 2021

Bhaghasasi ke Bhaghasasi

Sebenarnya sudah lama ingin ku tuliskan sedikit sajak untuk menandai kepergian ku dari Baghasasi ke satu tempat yang syarat akan saksi sejarah tentang berdirinya Negara ini, yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat. Namun karena masih sibuk kesana kemari dan begitu ada waktu ada masalah teknis pada akunku sehingga baru kali ini aku mulai lagi tulisan di blog ini.  Tak disangka, rupanya Blog ini lebih setia dari pada dia yang meninggalkanmu tanpa basa-basi dengan sejuta alasan tak berarti.  

Entah kenapa hati ini selalu terusik oleh Blog yang tak banyak pengunjung, merasa berdosa telah mengabaikan yang lama setia menemani hari ku. Mungkin seperti itu jugalah perjalanan kita, merindukan yang diangan-angan, dan meninggalkan yang ada, namun setelah beberapa waktu angin rindu dari masa lalu datang berlahan dan menarik-narik kesadaran akan masa lalu. Tentang kenangan yang dahsyat, atau sekedar yang sederhana.  Semua itu menyiksa, sulit untuk tak dicerita.


S. A. J. A. K.   C E R I T A

Hentak sorak sorai kalimat akbar Pencipta seperti menampar telinga

Hampir setiap saat teringang ditelinga

Sepinya belum menghampiri riuahnya sudah tiba lagi

Tekadku ini semua harus diakhiri


Keributannya tentu membangunkan semua mata yang terlelap

Atau mata yang ingin merebut kursi Tuhan di rumah -Nya

Tapi mata srigala itu hanya beberapa gelintir dan tak sebanding

Boleh jadi karenanya, ujian itu tiba

Tetapi masih banyak sekali mata tulus dan taat


Karunia besar Dia memberi kesempatan ku berada diantara konflik ini

Seberapa dewasa iman kita, seberapa baik tutur kita dan seberapa tulus niat kita

Rentan waktu mendokumentasi setiap gerak kami

Pencerahan ke dalam harus segera dibangun dan dikuatkan

Sebesar apa pun Bahtera itu, ketika pengikatnya rapuh 

Maka tak akan sanggup menahan badai


Alhamdulillah tsumma alhamdulillah

Pelan namun pasti, diakhir semester awal kekuatan tumbuh siap melaju

Bagian yang memberatkan laju Bahtera sedikit demi sedikit menghilang

Kericuhan yang muncul mengakibatkan luka sosial

Namun bersamaan dengan itu, ide-ide cemerlang tumbuh 

Bak obat, dia mengobati luka-luka itu


Ketika telah dipastikan luka itu sembuh

Taqdir hidup pun datang

Saat saya harus meninggalkan Bhaghasasi menuju Bhaghasasi yang lain

Namun unsur yang mengganggu itu akan selalu ada

Bahkan saat aku ditempat Bhaghasasi yang baru

Disadarai atau tidak, semua itu justru memajukan kita

Hingga detik ini aku masih berjibaku dengan ego dan kebodohan

Entah sampai kapan

Aku trimo lumakuning ngarsaning  agawe urip

...

Selamat berkhidmat untuk Tuhan


Ngayogyakarta Hadiningrat, 27102021